Pedagang Kopi Keluhkan Kehilangan Pembeli Akibat Kasus Pembacokan

Pedagang Kopi Keluhkan Kehilangan Pembeli Akibat Kasus Pembacokan

Pedagang Kopi di Food Street Pasar Sentral Mengeluhkan Penurunan Kunjungan

Pasar Sentral Kota Gorontalo, yang dikenal sebagai pusat aktivitas malam dan kuliner, kini mengalami perubahan drastis. Banyak pedagang UMKM mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung setelah terjadi insiden pembacokan beberapa hari lalu. Salah satu dari mereka adalah Arul Ismail, seorang pedagang kopi di lantai dasar dan lantai dua pasar tersebut.

Arul mengaku bahwa kunjungan pelanggan ke tempat usahanya sangat berkurang. Ia menjelaskan bahwa biasanya area ini ramai mulai pukul 21.00 Wita. Namun, sejak kejadian tersebut, kursi-kursi di lokasi usahanya hampir selalu kosong.

  • Beberapa temannya bahkan mengaku takut untuk datang ke Pasar Sentral karena trauma dengan kejadian tersebut.
  • Saat ditemui, Arul hanya duduk sambil memegang handphone dan mengisap rokok, menunggu pengunjung yang belum juga datang.

Food Street Pasar Sentral selama ini menjadi tempat favorit bagi warga untuk nongkrong, ngopi, dan mencicipi makanan khas malam hari. Para pedagang seperti Arul menjadi tulang punggung ekonomi mikro di kawasan tersebut. Namun, insiden pembacokan membuat suasana kawasan ini berubah drastis.

Kondisi terlihat jelas pada lantai satu dan dua Pasar Sentral, di mana banyak kursi kosong. Di area Arul Ismail, tidak ada satu pun pelanggan yang datang. Hal ini menyebabkan pendapatan Arul turun secara signifikan.

Meski kondisi saat ini sepi, Arul menegaskan bahwa situasi di Pasar Sentral aman dan kondusif. Ia menyatakan bahwa insiden yang terjadi bukan berasal dari dalam pasar, melainkan masalah personal di luar area tersebut.

  • “Ini masalah murni dari luar, hanya kebetulan terjadi di kawasan pasar,” tegasnya.
  • Arul mengatakan bahwa sebelumnya ia bisa menerima 30–40 pengunjung per hari. Namun, kini jumlahnya sangat berkurang.

Hari Minggu malam, yang biasanya paling ramai, justru menjadi titik paling sunyi bagi usahanya. Ia mengungkapkan bahwa kemarin, tidak ada satu pun pengunjung yang duduk di tempat usahanya. Yang beli hanya teman dan orang-orang di belakang.

Selain menahan kesepian, Arul berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memulihkan narasi positif tentang kondisi Pasar Sentral. Ia meminta pemerintah, media, hingga konten kreator untuk membantu menyampaikan bahwa area tersebut aman.

  • “Kalau boleh konten kreator kayak Bang Gondrong datang dan memastikan kondisi Sentral aman,” pintanya.

Menurut Arul, pemulihan narasi publik sangat penting. Food Street Pasar Sentral adalah salah satu denyut UMKM yang menopang pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo. Dukungan publik bisa menjadi pemantik kembalinya kegiatan ekonomi malam di kawasan tersebut.

Kronologi Kejadian

Novaris Kaluku (60) menjadi saksi kunci dalam kasus pembacokan di Pasar Sentral. Sekitar pukul 22.40 Wita, ia bersama adiknya Rion dan keluarga dari Jakarta sedang duduk dan menikmati kopi di salah satu booth warkop. Tak lama kemudian, Rion berpindah ke bagian belakang booth dan berbincang dengan temannya.

Selang beberapa waktu, terjadi keributan melibatkan tiga orang tak dikenal. Novaris kaget ketika mengetahui korban penganiayaan adalah adiknya sendiri. Ia melihat Rion terkapar dan dianiaya menggunakan kursi serta parang.

Dalam kondisi panik, Novaris berlari meminta pertolongan kepada Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Keduanya berusaha menghentikan pelaku, namun serangan tetap berlangsung. Setelah puas menyerang, pelaku memasukkan parang ke sarung dan meninggalkan lokasi. Korban yang bersimbah darah segera dibawa ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.

Permintaan Maaf Wali Kota

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM di kawasan Pasar Sentral. Menurutnya, aksi penikaman dipicu konflik personal yang sudah berlangsung sejak masa kampanye setahun lalu.

Pelaku dikenal dengan panggilan “Starky”, sementara korban adalah Rion Kaluku. Adhan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran tuduhan dan cibiran di media sosial dari korban. Karena itu, Starky disebut sudah lama memendam amarah terhadap Rion.

Kapolresta Gorontalo Kota memastikan kasus ini terus diusut hingga tuntas. Selain menetapkan tersangka, polisi berkomitmen meningkatkan keamanan di kawasan Pasar Sentral dengan patroli rutin setiap malam.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan