
Penurunan Pembeli di Pasar Selama Nataru
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan bahwa jumlah pembeli selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan hingga 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tekanan daya beli masyarakat dan kenaikan harga bahan pangan.
Ketua Umum Ikappi, Abdullah Mansuri, menyatakan bahwa penurunan pembeli terlihat jelas dari pantauan pedagang di berbagai daerah. Menurutnya, penurunan tersebut mencerminkan penurunan daya beli dan keterjangkauan pasar bagi masyarakat.
“Tahun ini memang mengalami penurunan cukup signifikan, sekitar 40% dibanding tahun lalu. Artinya memang daya beli masyarakat menurun dan memang keterjangkauan pasar terhadap masyarakat itu sangat menurun. Ini yang terjadi,” ujarnya.
Menurut Abdullah, kondisi ini berbeda dengan tren tahunan yang biasanya mencatat lonjakan transaksi menjelang akhir tahun. Kali ini, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan justru menahan laju konsumsi rumah tangga.
Kenaikan Harga Bahan Pangan
Abdullah mengungkap bahwa sejumlah harga komoditas pangan melonjak tajam menjelang tahun baru 2026. Ia merinci beberapa komoditas yang mengalami kenaikan:
- Cabai rawit merah melonjak tajam hingga menyentuh Rp120.000 per kilogram, atau setara dengan harga daging sapi.
- Cabai keriting naik menjadi Rp40.000 per kilogram.
- Bawang merah ukuran sedang dibanderol Rp60.000 per kilogram.
- Bawang putih naik menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih kating menjadi Rp45.000 per kilogram.
Selain itu, harga pangan yang bersumber dari protein hewani seperti ayam juga naik signifikan menjadi Rp50.000 per ekor, sedangkan harga dada ayam fillet dibanderol Rp60.000 per kilogram.
- Telur ayam naik dari Rp28.000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram.
- Minyak goreng curah turut mengalami kenaikan menjadi Rp20.000 per liter dari sebelumnya Rp19.000 per liter.
Harga Beras dan Gula
Masih mengacu pada pantauan Ikappi di akhir 2025, harga beras di pasar tradisional berada pada level Rp14.000 per kilogram dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.
Harapan untuk Stabilisasi Harga
Abdullah berharap agar stabilisasi harga dan pemulihan daya beli masyarakat dapat menjadi fokus utama pasca perayaan tahun baru. Ia menegaskan bahwa fase berikutnya pasca tahun baru ini penting untuk dijaga.
“Kami berharap agar fase berikutnya pasca tahun baru ini penting untuk dijaga sih,” ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar