Penilaian Menteri Keuangan terhadap Kinerja DJBC
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang cepat memperbaiki pelayanan setelah sebelumnya dikritik. Menkeu Purbaya menyoroti kecerdasan pegawai DJBC, yang menurutnya perlu diarahkan melalui kritik tegas agar hasil kerja maksimal.
Menkeu Purbaya mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan DJBC dalam menciptakan sistem pemeriksaan canggih hanya dalam waktu dua pekan. Sistem tersebut mencakup pemindai peti kemas dan aplikasi Trade AI yang dirancang untuk mencegah praktik underinvoicing serta berbagai bentuk kecurangan lainnya.
"Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin saja, digebuk-gebuk, dua minggu keluar," ujar Menkeu Purbaya.
Ia mengaku terkejut bahwa Bea Cukai mampu menciptakan sistem pemeriksaan berteknologi tinggi hanya dalam waktu dua pekan. Sistem canggih tersebut mencakup pemindai peti kemas (X-Ray) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang memiliki kemampuan mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif dalam kontainer. Selain itu, Bea Cukai memperkenalkan Trade AI, sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menganalisis impor dengan lebih akurat.
Trade AI dilengkapi fitur klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, dan rekomendasi profil risiko importir, kemudian akan terintegrasi dengan CEISA 4.0. Pelaporan mandiri melalui aplikasi CEISA 4.0 Mobile menggunakan fitur Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) sebelumnya telah diperkenalkan di PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, pada Selasa (09/12/2025).

Ancaman Pembekuan DJBC
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika masih terus terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai DJBC di lapangan. Sebanyak 16.000 pegawai DJBC terancam dirumahkan jika pembekuan itu benar-benar dilakukan.
"Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16.000 pegawai bea cukai kita rumahkan," ujar Menkeu Purbaya.
Pembekuan total dianggap sebagai langkah terakhir oleh Menkeu Purbaya. Menurutnya, DJBC harus diberi kesempatan memperbaiki diri sebelum pemerintah mengambil keputusan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah meminta waktu kepada Presiden untuk melakukan pembenahan internal terlebih dahulu. Pembenahan internal itu direncanakan berlangsung selama setahun ke depan.
Menkeu Purbaya menilai masih banyak pegawai DJBC yang berkinerja baik dan bisa diajak bekerja sama untuk memperbaiki kinerja DJBC. Namun jika didapati ada pegawai yang tidak mau berubah jadi lebih baik, maka ia tidak akan segan untuk memecatnya.
"Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan selesaikan langsung dengan cepat," tegas Menkeu Purbaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar