
Emanuele Galeppini, seorang atlet golf muda asal Italia yang berusia 16 tahun dan tinggal di Dubai, pada Jumat diidentifikasi sebagai korban pertama dari beberapa kemungkinan korban asal Italia setelah kebakaran di sebuah bar di resor ski Swiss, Crans-Montana.
Federasi Golf Italia menyampaikan rasa duka atas meninggalnya Emanuele Galeppini, yang dianggap sebagai atlet muda yang membawa semangat dan nilai-nilai luhur. Pihak berwenang Swiss mengungkapkan bahwa sekitar 40 orang tewas dalam peristiwa tersebut, sementara lebih dari 110 orang terluka. Mereka memperingatkan bahwa penyebutan nama para korban atau penentuan jumlah pasti korban tewas akan membutuhkan waktu karena banyak jenazah yang hangus terbakar.
Duta Besar Italia untuk Swiss sebelumnya menyatakan bahwa enam warga Italia hilang dan 13 orang lainnya dirawat di rumah sakit akibat cedera mereka. Galeppini sedang berada di Crans-Montana bersama keluarganya. Menurut laporan media Italia, ia pergi ke bar Constellation bersama dua temannya, yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Dari total korban luka, 71 orang adalah warga Swiss, 14 orang Prancis, 11 orang Italia, serta empat orang Serbia, serta warga negara Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg. Dalam 14 kasus, kewarganegaraan korban masih belum diketahui, menurut komandan polisi regional kanton Wallis, Frederic Gisler.
Beberapa negara seperti Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Luksemburg, dan Rumania telah membantu menampung para penyintas luka bakar. Komisioner manajemen krisis Uni Eropa Hadja Lahbib menyatakan bahwa 24 orang sudah dipindahkan. Kepala kanton Wallis, Mathias Reynard, mengatakan sekitar 50 orang akan dipindahkan untuk perawatan di luar Swiss.
Diduga Dipicu Kembang Api
Kebakaran yang melanda sebuah bar di resor ski Swiss dan menewaskan sedikitnya 40 orang diduga bermula ketika kembang api jenis "lilin air mancur" diangkat terlalu dekat dengan langit-langit. Hal ini disampaikan oleh kepala jaksa wilayah setempat pada Jumat.
Para penyelidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap reruntuhan bar tersebut, meninjau video dari media sosial, dan mewawancarai para korban selamat untuk mencari petunjuk tentang bagaimana kebakaran dimulai.
Gambar yang direkam oleh para pengunjung pesta menunjukkan kembang api tersangkut di bagian atas botol sampanye yang diletakkan dekat dengan langit-langit rendah bar di ruang bawah tanah, yang ditutupi dengan bahan busa peredam suara. Namun, pemilik bar bersikeras bahwa semua standar keselamatan telah dipatuhi.
Para penyelidik yang berupaya mengungkap penyebab tragedi tersebut, yang terjadi pada dini hari Kamis di kota resor Crans-Montana di Pegunungan Alpen Swiss, telah memfokuskan perhatian pada kembang api setelah melihat rekaman ponsel dan berbicara dengan para korban selamat.
Gambar-gambar tersebut, beberapa diunggah secara online, direkam oleh para pengunjung pesta di bar Le Constellation dan menunjukkan kembang api yang tertancap di bagian atas botol sampanye yang diletakkan dekat dengan langit-langit rendah bar di ruang bawah tanah, yang ditutupi dengan bahan busa peredam suara.
Video menunjukkan bahan tersebut terbakar, tetapi para pengunjung—banyak di antaranya berusia akhir belasan dan dua puluhan tahun—terus menari, tidak menyadari jebakan maut yang mereka hadapi.
"Semuanya menunjukkan bahwa api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang dikibaskan tinggi di dekat langit-langit,” kata kepala jaksa wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers.
Ketika para pengunjung pesta menyadari bahaya yang mereka hadapi, kekacauan pun terjadi, dengan video yang menunjukkan mereka berebut dan berteriak. Saksi mata menggambarkan adegan mengerikan ketika orang-orang mencoba memecahkan jendela untuk melarikan diri, sementara yang lain, dengan luka bakar parah, berhamburan ke jalan.
Sebagian besar dari 119 korban selamat berada dalam kondisi kritis, sehingga rumah sakit di Swiss kewalahan dan puluhan orang dibawa ke negara-negara Eropa tetangga untuk mendapatkan perawatan luka bakar khusus.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar