
Pelaku Pembunuhan Anak Petinggi PKS Kota Serang Ditangkap Saat Mencuri di Rumah Mantan Anggota DPRD
Pada Selasa (16/12/2025), MAHM, anak dari Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang, Maman Suherman, ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mewahnya yang berada di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. Peristiwa ini menggegerkan warga setempat dan memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Beberapa minggu kemudian, pelaku pembunuhan tersebut, HA, ditangkap saat mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri. Penangkapan ini terjadi pada Minggu (28/12/2025) saat HA melakukan aksi pencurian untuk kedua kalinya.
Pengakuan Kerabat Korban
Kerabat dari Roisyudin Sayuri, Dede Rohana, menjelaskan bahwa awalnya ia tidak mengetahui bahwa HA memiliki kaitan dengan kasus kematian MAHM. Menurut Dede, HA melancarkan aksinya saat kondisi rumah Roisyudin Sayuri sedang sepi. Ia menyebut bahwa rumah tersebut sering dikosongkan setiap akhir pekan karena pemiliknya pergi ke BSD, Tangerang.
“Setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang,” ujarnya.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian dilaporkan ke Polsek Cilegon. Dede menduga HA adalah spesialis pencuri rumah mewah yang kosong atau tidak berpenghuni. Berdasarkan SIM-nya, HA ternyata seorang karyawan di sebuah perusahaan ternama.
“Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri,” ucap Dede.
Penangkapan yang Dramatis
Menurut Dede, HA pertama kali mendatangi dan mencuri di rumah Roisyudin Sayuri, pada Minggu (28/12/2025). Pada waktu itu, korban kehilangan perhiasan dan brankas sudah dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan.
Brankas hasil curian yang tertinggal membuat pelaku kembali ke rumah Roisyudin Sayuri untuk melakukan aksi pencurian kedua kalinya. Pada momen Tahun Baru, rumah kembali sepi. Nah, pada Jumat siang itu kebetulan ada asisten rumah tangga (ART) di rumah. Pelaku ini sepertinya melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membongkar brankas.
Pada aksi kedua tersebut, pelaku kepergok oleh ART yang sedang membersihkan rumah majikannya. Pelaku panik dan melarikan diri, namun terpeleset. Tak lama kemudian, ART menghubungi warga setempat dan pihak kepolisian.
“Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” tuturnya.
“Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh. ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara saya yang sedang liburan di luar kota. Saudara saya lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi. Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, sudah ada darah, kemungkinan lecet karena membentur tangga,” kata Dede.
Dede mengaku penangkapan pelaku berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga. “Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang,” jelasnya.
Pengakuan Pelaku
Dalam pemeriksaan awal di Mapolres Cilegon, HA mengakui membunuh korban. Korban ditemukan bersimbah darah di rumah keluarga di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Ciwaduk, Cilegon. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami 19 luka tusukan benda tajam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar