Pelican crossing rusak, pengendara harus waspada di Taman Samarendah Samarinda

Pelican crossing rusak, pengendara harus waspada di Taman Samarendah Samarinda

Pelican Crossing di Taman Samarendah Tak Berfungsi, Warga Kehilangan Fasilitas Keselamatan

Taman Samarendah, yang dikenal sebagai paru-paru kota dan pusat aktivitas warga Samarinda, kini menghadapi masalah serius terkait keselamatan jalan. Salah satu fasilitas penyeberangan pejalan kaki, yaitu Pelican Crossing, ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi. Hal ini menyebabkan para pejalan kaki dan warga yang sedang berolahraga harus menyeberang secara manual di tengah lalu lintas yang padat.

Lokasi dan Fungsi Pelican Crossing

Pelican Crossing terletak di Jalan Bhayangkara, Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sebagai sistem penyeberangan jalan yang menggunakan lampu lalu lintas otomatis untuk pejalan kaki, fasilitas ini seharusnya memberikan keamanan ekstra bagi pengguna jalan.

Namun, kenyataannya berbeda. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat bahwa lampu indikator di atas jalan tetap gelap meskipun tombol permintaan menyeberang telah ditekan berkali-kali. Hal ini memicu kebingungan dan kekhawatiran dari masyarakat.

Dampak pada Masyarakat

Kondisi ini sangat berdampak pada para pejalan kaki dan warga yang sedang berolahraga. Di tengah arus lalu lintas yang padat, mereka harus ekstra waspada saat mencoba membelah jalan di atas garis zebra cross. Para pemuda dengan pakaian olahraga, serta rombongan pejalan kaki lainnya, tampak ragu-ragu dan harus menunggu celah di antara kendaraan yang melaju cepat.

Situasi ini menciptakan risiko tinggi, terutama karena lokasi tersebut berada dekat dengan Museum Kota Samarinda dan area serbaguna lainnya yang memiliki mobilitas manusia tinggi. Setiap langkah menyeberang kini menjadi perjudian nasib, meski mereka sudah berada di jalur yang seharusnya aman.

Penyebab dan Harapan Warga

Masalah utama adalah ketiadaan perawatan atau aktivasi fungsi Pelican Crossing. Meski fasilitas ini tersedia, namun tidak berdaya karena tidak berfungsi. Bagi warga, hal ini menunjukkan standar ganda dalam keselamatan jalan raya. Di satu sisi, pemerintah menyediakan sarana, namun di sisi lain, ketiadaan perawatan membuat sarana tersebut kehilangan maknanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan atau aktivasi kembali pada unit Pelican Crossing tersebut. Warga berharap, fasilitas yang dibangun dengan dana publik ini bisa segera difungsikan secara optimal demi menjamin keselamatan warga yang beraktivitas di kawasan ikonik Kota Tepian tersebut.

Tanggapan Warganet

Unggahan video tersebut juga menuai berbagai respons dari warganet. Beberapa dari mereka menyampaikan kekecewaan terhadap kondisi fasilitas yang tidak berfungsi. Beberapa komentar seperti:

  • "Bisa membuat tak bisa merawat. Begitu kah min maksudnya?"
  • "Ada atau tidak ada pelican cross, seharusnya para pengendara bisa memberi kesempatan pejalan kaki untuk menyebrang."
  • "Cuman hiasan saja, biar dibilang kota pradaban."

Solusi yang Diharapkan

Warga berharap agar instansi terkait segera melakukan perbaikan dan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas keselamatan jalan. Selain itu, edukasi kepada pengemudi tentang pentingnya memberi prioritas kepada pejalan kaki juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan jalan.

Dengan adanya solusi yang tepat, Taman Samarendah dapat tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga untuk berolahraga dan bersantai.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan