Pelni Akan Gunakan PMN 2,5 Triliun untuk Tambah 3 Kapal Baru


JAKARTA, aiotrade – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan membeli tiga kapal penumpang baru dengan kapasitas masing-masing 1.000 orang. Ketiga kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi pada semester pertama 2029.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa pembelian kapal baru ini bersifat replacement atau penggantian kapal lama dengan kapal baru, sehingga tidak menambah total kapal yang dimiliki Pelni.

"3 kapal ini kapasitas 1.000 pax, jadi 1.000 pax menggantikan 3 yang sebelumnya itu 2.000, 1.000, 1.000," ujar Andayani dalam konferensi pers, Rabu (10/12/2025).

Andayani menjelaskan, penyesuaian kapasitas kapal dilakukan karena Pelni akan menerapkan skema operasional hub and spoke, dengan fokus pada rute pendek yang memungkinkan frekuensi operasi lebih banyak.

"Kenapa? Karena memang skema yang akan kita pakai kemarin juga sudah kami diskusikan dengan pemegang saham mayoritas kami Danantara, skema yang kami gunakan nanti ke depan adalah skema operasional hub and spoke," tambahnya.

Mengenai anggaran, Andayani menyampaikan biaya pembangunan satu kapal diproyeksikan mencapai Rp 1,5 triliun.

"Sehingga total dari 3 unit kapal replacement kami ini berkisar Rp 4,5 triliun yang Rp 1,5 triliun kan sudah kami dapatkan dari PMN 2024, kemudian yang PMN 2025 ini Rp 2,5 triliun yang Rp 500 miliar dari self-financing Pelni sendiri," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyepakati pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2025 sebesar Rp 14,41 triliun untuk empat BUMN dan Badan Bank Tanah, pada Senin (8/12).

Dari total tersebut, Pelni mendapat alokasi PMN sebesar Rp 2,5 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan tiga kapal penumpang baru.

Andayani mengatakan, proses penggunaan PMN akan dimulai dari pencairan dana, dilanjutkan dengan penyusunan desain kapal dan penetapan galangan kapal.

"Proses ini membutuhkan waktu sekurangnya 2 tahun. Sehingga insya Allah kalau semuanya lancar, mulai dari mendesain kapal, kemudian membangun kapal, di semester 1 2029 itu akan sudah mulai beroperasi kapal-kapal baru ini," ujarnya.

Ketiga kapal akan dibangun secara bersamaan. Namun, terkait galangan kapal yang akan mengerjakan proyek, ia menyebut masih belum menentukan negara asalnya karena proses tender belum dimulai.

"Kita kan belum tahu, karena kita kan nanti bidding terbuka. Jadi baik luar negeri maupun dalam negeri," tegas dia.

Andayani juga memastikan rute kapal sudah ditetapkan, yaitu melayani wilayah Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nusa Tenggara Barat (NTB).

Strategi Operasional Baru

Pembelian tiga kapal baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pelni untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Dengan menerapkan skema hub and spoke, perusahaan berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan teratur.

Beberapa manfaat dari skema ini antara lain:
Meningkatkan frekuensi pelayaran pada rute-rute penting
Mempercepat proses transportasi penumpang
* Mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan infrastruktur

Selain itu, pelibatan kapal berkapasitas 1.000 orang juga bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani.

Anggaran dan Sumber Pendanaan

Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan ketiga kapal mencapai Rp 4,5 triliun. Rincian pendanaannya adalah sebagai berikut:
Rp 1,5 triliun dari PMN 2024
Rp 2,5 triliun dari PMN 2025
Rp 500 miliar dari self-financing* Pelni

Dana ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan kapal, pengadaan alat, dan pelatihan awak kapal.

Proses Pembangunan Kapal

Proses pembangunan kapal akan dimulai dari pencairan dana PMN, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan desain kapal. Setelah itu, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan di galangan kapal yang akan dipilih melalui proses tender terbuka.

Andayani menegaskan bahwa pihaknya akan membuka kesempatan bagi galangan kapal dalam maupun luar negeri untuk ikut serta dalam proyek ini.

Rute Pelayaran

Rute pelayaran kapal baru akan fokus pada wilayah-wilayah yang membutuhkan akses transportasi laut yang lebih baik. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:
Kalimantan
Papua
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dengan adanya kapal-kapal baru ini, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi di daerah-daerah tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan