Pemain Persis Solo Mengalami Mental Block, Milomir Seslija Jelaskan Kesulitan Masa Dua Latihan Laska

Pelatih Persis Solo Mengakui Kesulitan Besar dalam Membangun Kembali Tim


Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, mengungkapkan bahwa kesulitan besar dihadapi olehnya sejak ditunjuk sebagai pelatih tim pada pertengahan Desember 2025. Ia menyebut bahwa perubahan yang ingin dilakukan tidak bisa tercapai dalam waktu singkat, terlebih karena ia harus langsung berada di tengah-tengah kompetisi musim 2025-2026.


Situasi ini memang bukan hal baru bagi Milo, begitu panggilan akrab Milomir Seslija. Pada masa lalu, ia juga pernah mengambil alih kepelatihan Persis Solo di tengah musim, yaitu pada musim 2023-2024. Namun, menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih rumit dibanding sebelumnya.

"Saya pikir sekarang lebih sulit situasinya dibanding terakhir kali saya melatih Persis Solo," ujar Milo dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Persita Tangerang. "Ini adalah situasi yang frustrasi, tetapi kita butuh waktu."

Perubahan Tidak Cepat Terwujud

Dalam dua pertandingan pertama yang dilalui, Persis Solo belum berhasil menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, mereka kalah dalam dua laga terakhir, sehingga catatan tak pernah menang mencapai 14 pertandingan. Saat ini, Persis Solo duduk di posisi juru kunci Super League.

Milo menjelaskan bahwa masalah utama yang ia hadapi adalah kesulitan untuk membangkitkan keyakinan para pemain. Ia menyadari bahwa pemain sedang mengalami mental block, yaitu kondisi psikologis di mana pikiran terasa buntu dan sulit untuk berpikir jernih.

"Kita butuh keberanian, tetapi kita butuh waktu. Kalau kemarin semua orang bilang kita ada progres dalam 2 laga, tapi menurut saya tidak ada progres, kita bisa lebih baik," tambah Milo.

Kepercayaan Diri Pemain

Menurut Milo, pemain-pemain Persis Solo membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali percaya diri. Ia mengatakan bahwa dalam situasi seperti ini, keberanian dan kerja sama tim sangat penting.

"Kita harus memberikan reaksi, kita tidak menghentikan laju lawan. Kita mencoba memperbaiki apa yang bisa kita lakukan, saya pikir musim ini akan sangat-sangat berat. Kita harus menampilkan kerja kolektif untuk bisa tampil lebih baik," jelasnya.


Milo juga meminta dukungan dari suporter Persis Solo. Meski kondisi tim saat ini tidak bagus, ia berharap masyarakat Solo tetap bersatu dan mendukung klub asal kota tersebut.

"Kita di momen yang tidak cukup baik, Solo sebagai sebuah kota pantas punya klub yang harus bertahan di kasta tertinggi," ujarnya. "Kita harus tetap bersama, (bagi suporter) tidak terpisah dan memberi yang terbaik bagi Persis."

Harapan untuk Pertandingan Mendatang

Pada pekan ke-16, Persis Solo akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo. Ini menjadi kesempatan bagi tim untuk meraih poin pertama sejak Agustus 2025.

Milo mengatakan bahwa ia dan seluruh staf pelatih akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki performa tim. Ia berharap bahwa pertandingan besok akan menjadi awal perubahan positif.

"Mungkin pemain mengalami mental block dan kami mencoba usaha terbesar dan saya harap besok lebih baik," tutup Milo.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan