
Felipe Cadenazzi Dihukum Berat oleh Komdis PSSI
Striker asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi, menerima sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah menerima kartu merah langsung dalam laga melawan Sumsel United FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada 24 November 2025. Sanksi tersebut tercantum dalam rilis resmi Komdis yang diterima oleh Tribun Medan pada Rabu (10/12/2025).
Pada pertandingan tersebut, PSMS tampil agresif sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-13. Namun, kestabilan permainan tim terganggu ketika insiden yang melibatkan Cadenazzi terjadi pada menit ke-35.
Insiden bermula dari perebutan bola liar di lini tengah. Cadenazzi yang berusaha mengamankan bola terlebih dahulu menerima tekel dari pemain Sumsel United hingga kehilangan keseimbangan. Saat terjatuh, gerakan lanjutan kakinya tampak menginjak engkel lawan. Wasit kemudian meninjau kejadian tersebut melalui VAR dan memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada penyerang asal Argentina itu. Keputusan tersebut menimbulkan protes dari para pemain PSMS, namun wasit tetap pada keputusan awal.
Bermain dengan 10 pemain membuat PSMS kesulitan mempertahankan ritme. Sumsel United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan ke area pertahanan Ayam Kinantan.
Pada menit ke-44, tekanan tersebut membuahkan gol penyeimbang melalui sepakan Rachmad Hidayat. Umpan silang dari sisi kiri berhasil diselesaikan tanpa pengawalan, dan skor 1-1 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, tekanan Sumsel United semakin berat bagi PSMS. Dengan hanya satu pemain asing di lini depan dan minus satu pemain akibat kartu merah, PSMS terpaksa menumpuk pemain di belakang untuk menahan gelombang serangan.
Pada menit ke-67, petaka kembali hadir. Berawal dari bola mati, tendangan bebas Kurniawan Karman menciptakan kemelut di depan gawang PSMS. Kiper Reky Rahayu gagal mengantisipasi bola dengan sempurna, dan dalam kondisi tidak ideal, bola justru membentur tubuh Syarif Wijianto hingga masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Sumsel United, yang bertahan hingga laga berakhir.
Komdis PSSI kemudian menjatuhkan sanksi berat kepada Cadenazzi. Selain satu laga larangan bermain akibat kartu merah langsung, ia juga mendapatkan tambahan larangan tampil dalam tiga pertandingan berikutnya. Total, Cadenazzi harus absen dalam empat laga beruntun dan dikenai denda sebesar Rp5 juta.
Sanksi tersebut dinilai cukup merugikan PSMS mengingat Cadenazzi merupakan pemain kunci di lini serang mereka.
Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi, menyebut bahwa kategori pelanggaran yang diberikan kepada Cadenazzi tidak sepenuhnya menggambarkan niat dari sang pemain. Menurutnya, insiden tersebut terjadi murni karena situasi permainan dan bukan tindakan dengan tujuan mencederai lawan.
Kas menyampaikan bahwa tim harus menyiapkan pengganti yang ideal untuk mengisi posisi Cadenazzi, meski menyadari bahwa absennya penyerang tersebut akan mengurangi kekuatan serangan PSMS. Ia menilai, perbedaan antara aksi yang disengaja dan tidak disengaja seharusnya menjadi pertimbangan, namun pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan wasit dan Komdis.
“Sanksi empat laga, hukuman satu pertandingan dari kartu merah dan tiga laga lagi hukuman tambahan. Ya kita siapkan penggantinya lah. Tapi ini pasti mengurangi kekuatan kita di lini depan,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan melalui seluler, Rabu (10/12).
Ia menegaskan bahwa tak ada elemen kesengajaan dari aksi Felipe pada insiden tersebut.
“Menurut saya dia tidak ada niat mencederai lawan. Itu ketidaksengajaan, dan perbedaannya sangat terlihat antara niat dan tidak sengaja. Tapi semua kembali pada penilaian wasit," ujar Kas.
Jaga Disiplin Permainan
KAS menekankan pentingnya menjaga disiplin permainan pada laga-laga selanjutnya. Ia mengingatkan bahwa PSMS sudah beberapa kali kehilangan kendali laga setelah menerima kartu, meski awalnya mampu unggul terlebih dahulu. Menurutnya, situasi ini perlu diperbaiki agar tim tidak kembali kehilangan poin penting.
“Sekarang ini kita harus bermain lebih hati-hati. Semoga ke depan tidak ada kartu lagi, karena sangat merugikan. Kami sering unggul duluan, tapi ketika kena kartu, ritme berubah dan kita malah kena comeback,” katanya.
Absennya Cadenazzi dalam empat pertandingan mendatang menjadi tantangan besar bagi PSMS. Mereka kini harus segera mencari alternatif taktis untuk memastikan ketajaman di lini depan tetap terjaga pada laga-laga berikutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar