Pemain Rp1,7 miliar diusir wasit! Bekasi City vs Persiraja Banda Aceh panas, kartu merah ubah arah l

Pemain Rp1,7 miliar diusir wasit! Bekasi City vs Persiraja Banda Aceh panas, kartu merah ubah arah laga

LINTAS GUNUNGKIDUL -- Laga Bekasi City vs Persiraja Banda Aceh pada Sabtu (3/1/2026) sore menghadirkan drama panas meski berakhir tanpa gol.

Pertandingan yang digelar pukul 15.30 WIB itu selesai dengan skor 0-0, namun sorotan utama tertuju pada kartu merah kontroversial yang diterima pemain bernilai Rp1,7 miliar, Ramadhan Ramadhan.

Sejak menit awal, Persiraja Banda Aceh tampil dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 60 persen, sementara Bekasi City lebih mengandalkan transisi cepat.

Meski begitu, efektivitas kedua tim sama-sama minim. Babak pertama ditutup tanpa gol meski tercipta total 13 tembakan dari kedua kubu.

Momen krusial terjadi di menit ke-45. Ramadhan Ramadhan, penyerang Bekasi City yang baru bergabung Juli 2025, menerima kartu kuning kedua hanya berselang satu menit dari kartu pertama di menit ke-44.

Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah, memaksa Bekasi City bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama.

Kartu merah tersebut menjadi pukulan telak bagi tuan rumah. Ramadhan bukan pemain sembarangan.

Berdasarkan data terbaru per November 2025, nilai pasarnya mencapai Rp1,74 miliar, menjadikannya salah satu aset termahal Bekasi City. Absennya sang striker membuat lini depan Bekasi City tumpul di babak kedua.

Statistik babak kedua memperlihatkan dominasi Persiraja semakin kentara. Tim asal Aceh itu melepaskan 7 tembakan, dengan 4 mengarah ke gawang, sementara Bekasi City tak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Namun solidnya pertahanan Bekasi City dan penampilan impresif kiper Al Giffari I. menggagalkan semua peluang.

Meski unggul jumlah pemain, Persiraja Banda Aceh gagal memanfaatkan momentum. Minimnya kreativitas di sepertiga akhir dan rapatnya lini belakang Bekasi City membuat skor tetap kacamata hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini terasa merugikan kedua tim. Bekasi City kehilangan poin penting di kandang, sementara Persiraja Banda Aceh gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain hampir satu babak penuh.

Kartu merah Ramadhan pun diprediksi akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pelatih Bekasi City, mengingat nilai dan perannya yang krusial dalam skuad.

Dengan tensi tinggi dan keputusan wasit yang menentukan, laga Bekasi City vs Persiraja Banda Aceh membuktikan bahwa Liga 2 Indonesia tetap menyajikan drama dan intensitas layaknya kompetisi elite.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan