Pemandu wisata Bali berharap tidak ada pembatalan pesanan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Pemandu wisata Bali berharap tidak ada pembatalan pesanan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Kenaikan Booking Wisatawan Jelang Nataru 2025/2026

Jelang musim tinggi serta memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, permintaan dari wisatawan yang akan berlibur ke Bali mulai meningkat. Sejumlah pengemudi pariwisata juga mulai menerima banyak pesanan perjalanan dari para wisatawan mancanegara.

Salah satu pengemudi pariwisata Bali yang mengalami peningkatan pesanan adalah Made Darma. Ia menyebutkan bahwa jumlah pesanan perjalanan meningkat sebesar 80 persen dibandingkan musim rendah.

“Jauh lebih baik dibanding musim rendah, kemarin saya hampir di Galungan hanya mendapat pekerjaan tiga kali seminggu. Jadi kalau saya bilang, sekarang mencapai 80 persen, akhir bulan ini 100 persen. Sampai Januari, biasanya tamu tetap datang sampai musim tinggi,” jelasnya, Rabu (10/12).

Ditanya mengenai dampak cuaca ekstrem terhadap pembatalan pesanan, Darma mengatakan bahwa kondisi cuaca memang menjadi faktor penting dalam kegiatan pariwisata.

“Itu yang menentukan nanti dari penerbangan atau maskapai. Kita berharap tidak seperti itu, tetap ramai dan normal. Karena pariwisata kita 80 persen menopang kehidupan orang Bali, kita berharap tidak ada pembatalan, semoga saja tidak sampai se-ekstrem itu,” katanya.

Hingga saat ini, ia mengatakan belum ada pembatalan pesanan dari wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. Bahkan ketika terjadi erupsi di Gunung Semeru, kondisi pariwisata di Bali masih terlihat normal.

“Kemarin kita takutkan gunung meletus, tapi alhamdulillah tidak sampai ke Bali. Kita mohon doanya sama-sama,” tutupnya.

Pengamanan Libur Nataru oleh Satpol PP Bali

Menjelang libur Nataru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali menggelar apel pada Rabu (10/12). Apel tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya keamanan selama liburan Nataru.

Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Dharmadi menjelaskan bahwa fokus utama adalah objek destinasi. Pengamanan akan bekerja sama dengan Kepolisian, TNI, dan pecalang.

“Kita tidak sebatas Satpol PP Pariwisata juga, nanti semua membantu. Di destinasi-destinasi yang menjadi potensi masalah, keramaian, kan begitu. Astungkara selama ini berlangsung kegiatan Nataru di Bali aman terkendali,” ujarnya, Selasa (9/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain Satpol PP Pariwisata, pengamanan dan patroli saat Nataru juga akan dilakukan oleh anggota regu Satpol PP lainnya.

Patroli akan dilakukan satu minggu sebelum perayaan Nataru dan tidak hanya di destinasi, namun juga di pelabuhan penyeberangan.

“Biasanya 10 hari sebelum Nataru sudah kita adakan patroli bersama. Kuta biasanya ramai, Jimbaran, Canggu, Berawa, itu daerah yang jadi sasaran para wisatawan,” tambahnya.

Peningkatan Volume Kendaraan di Denpasar

Di sisi lain, libur Nataru 2025/2026 akan berdampak pada peningkatan volume kendaraan di Kota Denpasar. Diprediksi, peningkatan kendaraan ke Denpasar mencapai 10 persen dari biasanya. Kenaikan ini diprediksi akan terjadi saat puncak liburan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan TNI, Polri, BWD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Pol Eru, SOP Benoa, Organda, serta berbagai stakeholder terkait.

Dari rapat tersebut, diputuskan pembentukan tiga posko utama yang mulai beroperasi pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Posko tersebut berada di Uma Anyar, Terminal Ubung, dan Pelabuhan Serangan, serta diperkuat pos-pos pendukung di titik rawan kepadatan. Ketiganya terhubung langsung dengan sistem pemantauan pintu masuk Bali dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menjelaskan bahwa sebanyak 108 personel diterjunkan dengan sistem dua shift. Pembagiannya yakni pukul 08.00-15.00 Wita dan 15.00-23.00 Wita.

“Semua sarana, prasarana, serta pembiayaan sudah siap. Dukungan APBD Kota Denpasar dan Pasar memastikan operasional pengamanan Nataru berjalan optimal,” katanya beberapa hari lalu.

Dishub mencatat arus kendaraan di pintu masuk kota saat hari normal berada pada kisaran 2.500–2.700 kendaraan per jam. Pada libur Nataru, volume kendaraan diperkirakan meningkat menjadi 3.000 kendaraan per jam.

Pemantauan akan mengandalkan video analitik untuk mendeteksi potensi kemacetan, sementara petugas lapangan disiagakan untuk penanganan cepat. Terminal ditetapkan sebagai pusat pengendalian arus transportasi.

Pihaknya pun membuat larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan. Operator bus juga diwajibkan masuk terminal untuk pemeriksaan dan pelaporan keberangkatan. Dishub pun menyiagakan mobil derek guna mengantisipasi kendaraan mogok di jalur strategis.

Kenaikan kunjungan wisatawan ke Sanur, Badung, dan pusat kota diantisipasi dengan penerapan pola pengamanan terpadu bersama kepolisian dan Kodim.

Hotel-hotel di Denpasar yang diprediksi penuh akan didukung pengaturan parkir ke terminal penghubung sesuai SOP. Sistem Area Traffic Control System (ATCS) diaktifkan penuh untuk mengurai kepadatan, terutama di kawasan rawan seperti Simpang Titibanda.

Dishub Denpasar juga menyiapkan personil tambahan untuk membantu Dishub Bali yang kekurangan petugas di simpang padat, antara lain Waribang hingga Magdi.

Seluruh moda transportasi AKAP dan AKDP, hingga Trans Metro Dewata dioperasikan penuh. Frekuensi keberangkatan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan