Pembakaran 1 Mobil, 6 Motor, dan 9 Kios di Kalibata Akibat Bentrok Kematian Debt Collector

Kericuhan dan Kebakaran di Kalibata, Jakarta Selatan


Peristiwa kericuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, berawal dari kematian dua debt collector atau mata elang. Peristiwa ini menimbulkan ketegangan yang sangat mencekam di wilayah tersebut. Sebanyak 1 mobil, 6 motor, dan 9 kios hangus terbakar akibat aksi massa yang marah.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi pada malam hari, tepatnya tanggal 11 Desember 25. Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyampaikan bahwa jumlah obyek yang terbakar mencapai sembilan kios. Dugaan sementara adalah penggunaan bensin sebagai bahan bakar api.

Selain kios, enam unit motor dan satu mobil juga ikut terbakar dalam peristiwa ini. Pihak berwenang langsung melakukan tindakan penanggulangan dengan mengerahkan sejumlah alat pemadam kebakaran.


Kebakaran terjadi di sepanjang area kuliner dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Pos Polisi Kalibata kepada petugas damkar sekitar pukul 23.35 WIB. Dalam upaya penanggulangan, sebanyak enam unit pompa, dua unit quick response, satu unit watermist Bintaro, serta komando 401 dikerahkan ke lokasi.


Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Menurut Asril Rizal, taksiran kerugian mencapai Rp273 juta. Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 00.02 WIB dan padam sepenuhnya pukul 01.02 WIB.

Peristiwa awal yang memicu kericuhan terjadi akibat dua debt collector yang dianiaya hingga tewas di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Peristiwa itu dimulai ketika kedua pria tersebut menghentikan seorang pengendara motor yang diduga menunggak kredit. Melihat hal itu, lima orang dari mobil yang berada di belakang motor tersebut turun untuk membantu pemotor.

[Nah, setelah diberhentiin, tiba-tiba pengguna mobil di belakangnya membantu, kata Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, saat dikonfirmasi.]

Berdasarkan kesaksian warga, kelima orang itu kemudian memukuli dua pria tersebut dan menyeret mereka ke pinggir jalan. Satu di antaranya tewas di tempat setelah dikeroyok lima orang tak dikenal di lokasi. Sementara satu matel lainnya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budhi Asih sebelum akhirnya juga tewas.


Menurut polisi, kedua debt collector dikeroyok dengan tangan kosong tanpa senjata apapun. Semua pelaku, termasuk pengendara motor, langsung kabur setelah dua matel tumbang. Ikut kabur semua itu, enggak ada di TKP. Tiba-tiba enggak ada saja, lanjut Mansur.

Kematian dua mata elang tersebut memicu rekan-rekannya meluapkan amarah dengan merusak serta membakar lapak dan kios pedagang di sekitar lokasi pengeroyokan. Tepatnya berselang tiga jam usai pengeroyokan, belasan pria berkumpul di sekitar TKP sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka membentuk sejumlah kelompok sambil berbincang.


Pantauan di lokasi melansir dari Kompas.com, saat itu, belum ada lagi Polisi yang berjaga. Tempat itu cenderung sepi dan agak gelap. Hanya lampu tenda di sampingnya yang cukup menerangi area parkir kosong itu. Tenda PKL itu tampak dipersiapkan untuk menyambut pelanggan di malam hari. Barang-barang masih tampak ditumpuk termasuk kursi pengunjung.

Kemudian, saat tim redaksi mengambil gambar kondisi TKP, seorang pria datang menghampiri untuk menanyakan asal instansi. Saya pikir polisi, kata dia kemudian berlalu. Dia pun kembali bersama teman-temannya yang lain.

Tak lama, mulai terlihat tiga orang tak lebih dari 30 tahun berlari ke arah Pos Polisi, kemudian berhenti di samping TKP sambil melihat ke belakang. Sekelompok pria yang berada di sana ikut melihat ke arah yang sama. Mereka kemudian mulai berkerumun, berhadapan dengan kelompok lain.

Lalu adu mulut terjadi di antara dua kelompok. Mereka mulai menyerang tenda PKL. Lampu yang semula menerangi area itu pun padam. Dari arah kanan TKP, satu unit mobil sedan hitam masuk ke area parkir dengan kecepatan cukup tinggi. Terlihat dua orang pria berusaha mendatangi mobil itu dengan membawa sebilah kayu panjang.

Melihat itu, mobil tersebut berbelok ke Gang Langgar kemudian dikejar oleh sejumlah orang. Salah satu anggota kelompok memecahkan kaca di pos keamanan. Bentrok dua kelompok ini kemudian memanas. Mereka berteriak kepada pengguna jalan untuk menyingkir sembari diduga anggota lain datang bergabung membantu mereka.

Tenda PKL dirusak, kaca kios dipecahkan, hingga motor pun dibakar oleh kelompok tersebut. Mereka sempat memarahi pengendara yang berhenti untuk mengambil gambar.

Menurut polisi, setidaknya ada enam titik kebakaran malam itu. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, pengrusakan ini diakibatkan gejolak kemarahan mereka setelah satu temannya tewas. Mereka datang meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang tidak mereka ketahui siapa. Mereka meminta kalau bisa yang mengeroyok itu diserahkan ke polisi. Namun tidak mendapatkan informasi, ujar Nicolas.

Setelah situasi kondusif dengan penjagaan ketat kepolisian, pemilik kios dan tenda mulai mengambil barang yang masih bisa diselamatkan. Sekira pukul 23.00 WIB, kepulan asap hitam terlihat lagi di langit malam. Jalan Raya Kalibata yang sudah dibuka, kembali ditutup. Pengguna jalan diminta putar balik. Polisi berjaga di pertigaan jalan untuk memastikan tak ada warga yang mendekat.

Saat tim redaksi mendekati sumber asap, kobaran api makin terlihat jelas. Suara ledakan yang semula samar, kemudian terdengar jelas. Salah satu objek yang dibakar adalah mobil diduga taksi listrik yang terparkir di sana usai pengeroyokan. Selain itu, api juga membakar kios-kios, tenda, hingga gerobak pedagang. Pohon yang menaungi tempat itu ikut terbakar.

Menurut polisi, sebagian dari kelompok yang ingin menuntut pertanggung jawaban atas tewasnya kedua teman mereka marah sehingga membakar properti di sana. Mereka sudah berencana mau membalas. Akhirnya sebagian dari mereka, karena tersebar, ada yang melakukan pembakaran, jelas Nicolas.

Polisi kemudian mendatangkan beberapa APAR untuk melakukan penanganan pertama kebakaran di sana. Ketika api mulai besar, sejumlah polisi berlarian mencoba mengamankan gas dari kios. Sekira pukul 23.38 WIB, mobil pemadam kebakaran pertama datang. Mereka langsung mengulurkan selang air lalu menyemprotkannya ke dua kios dengan api paling besar.

Dari kios yang terbakar, terdengar sesekali ledakan diduga gas yang tidak sempat diamankan polisi. Terjadi pula percikan listrik saat pemadaman. Kurang dari 20 menit kemudian, api pun padam. Petugas damkar melanjutkan dengan pendinginan, memastikan tak ada lagi titik api yang bisa tersulut kapan saja.

Setelah itu, pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, termasuk dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan