Bentrok yang Mengakibatkan Kematian Dua Debt Collector di Kalibata

Peristiwa kericuhan yang terjadi di wilayah Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, berawal dari kematian dua debt collector atau mata elang. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan besar dan mengakibatkan pembakaran sejumlah kendaraan serta kios di sekitar lokasi.
Kronologi Peristiwa
Korban tewas pertama ditemukan di tempat kejadian setelah dikeroyok oleh lima orang tak dikenal. Sementara itu, korban kedua sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Kedua pria tersebut dianiaya dengan tangan kosong tanpa senjata apapun.
Pengendara motor yang diduga menunggak kredit menjadi alasan awal penangkapan oleh dua debt collector. Saat itu, lima orang dari mobil di belakang motor tersebut turun untuk membantu pemotor. Setelah diberhentikan, para pelaku langsung memukuli dua pria tersebut hingga tewas.
Pembakaran Massa
Kemarahan rekan-rekan kedua korban memicu aksi pembakaran terhadap kios dan kendaraan di sekitar lokasi. Sebanyak 1 mobil, 6 motor, dan 9 kios hangus dibakar massa. Api diketahui menggunakan bensin, sehingga menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kejadian ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.35 WIB. Petugas damkar langsung dikerahkan ke lokasi dengan enam unit pompa, dua unit quick response, satu unit watermist Bintaro, serta komando 401. Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 00.02 WIB dan padam sepenuhnya pukul 01.02 WIB.
Aksi Pemadam Kebakaran
Setelah api padam, petugas damkar melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Polisi juga masih berjaga di sekitar lokasi, termasuk dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi sangat besar. Menurut informasi dari Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp273 juta.
Tindakan Pengamanan
Polisi kemudian datang untuk memukul mundur massa dan mengamankan situasi. Arus lalu lintas dialihkan untuk mencegah serangan kepada masyarakat. Pengguna jalan diminta putar balik atau melewati gang yang hanya bisa dilalui motor.
Beberapa anggota polisi dengan kendaraan motor datang, dilengkapi senjata api sebagai pengamanan. Mereka mulai menyisir wilayah sekitar TKP untuk membubarkan kelompok tersebut.
Penutup
Dari arah Jalan Raya Pasar Minggu, pengendara diminta putar balik atau melewati Gang Al-Mahuriy 1 yang hanya bisa dilalui motor. Warga sebisa mungkin memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Setelah situasi kondusif dengan penjagaan ketat kepolisian, pemilik kios dan tenda mulai mengambil barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, kepulan asap hitam terlihat lagi di langit malam, mengisyaratkan adanya kobaran api yang masih aktif.




Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar