Progres Pembangunan Gedung Inspektorat Kota Pekalongan
Pembangunan gedung Inspektorat Kota Pekalongan menghadapi tantangan signifikan yang menyebabkan keterlambatan. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, meninjau progres pembangunan tersebut sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) pada Jumat (12/12/2025). Meski demikian, kondisi lapangan menunjukkan bahwa proyek ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini.
Wali Kota memberikan tenggat waktu baru hingga 31 Januari 2026 agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan. Ia menegaskan bahwa kualitas konstruksi harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar tenggat waktu. "Yang paling penting kualitasnya oke, bangunannya juga oke, memenuhi standar," ujarnya.
Penyebab Keterlambatan Proyek
Menurut Wali Kota, keterlambatan proyek disebabkan oleh beberapa hambatan teknis. Salah satunya adalah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini mengganggu proses pengecoran dan pekerjaan struktural lainnya. "Kemarin baru dilembur, baru dicor. Ketika kendala hujan, ya itu bagian dari hambatan teknis di lapangan," katanya.
Afzan juga mengingatkan pelaksana proyek untuk tidak tergesa-gesa dalam menyelesaikan tahap finishing. Tahap ini sangat menentukan kualitas hasil akhir bangunan. "Saya tidak ingin finishing dikerjakan tergesa-gesa, nanti justru bermasalah. Yang penting bangunan dikerjakan sesuai spesifikasi, dan pelaksana tetap komit menyelesaikan walaupun ada keterlambatan," tegasnya.
Kontrak dan Target Proyek
Berdasarkan kontrak, pembangunan gedung Inspektorat seharusnya selesai pada 26 Desember 2025 dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar dan masa pengerjaan 150 hari. Namun, melihat kondisi progres di lapangan, target tersebut dinilai tidak realistis. Oleh karena itu, pihaknya menetapkan batas waktu penyelesaian baru hingga akhir Januari 2026.
Dengan perpanjangan tenggat waktu ini, Wali Kota berharap seluruh pihak dapat bekerja lebih optimal dan tetap menjaga mutu konstruksi demi menghadirkan gedung yang layak, aman, dan sesuai kebutuhan. "Saya berharap semua pihak bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga kualitas agar hasilnya maksimal," imbuhnya.
Komitmen Pelaksana Proyek
Pelaksana proyek diminta untuk tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan meskipun ada keterlambatan. Wali Kota menekankan bahwa keselamatan dan kualitas bangunan harus menjadi prioritas utama. "Kami memahami adanya kendala, tapi kami juga memastikan bahwa semua pekerjaan dilakukan sesuai standar," tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek dan instansi terkait. "Koordinasi yang baik akan membantu mempercepat progres tanpa mengorbankan kualitas," ujarnya.
Tantangan dan Harapan
Tantangan seperti cuaca ekstrem dan hambatan teknis memang sering terjadi dalam proyek pembangunan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan sesuai harapan. Wali Kota juga berharap agar semua pihak bisa belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam proyek-proyek berikutnya.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar