
Proyek Bypass KayanganLembar: Percepat Mobilitas dan Efisiensi Anggaran
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini sedang menyelesaikan tahap studi kelayakan untuk pembangunan bypass KayanganLembar. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan antar dua wilayah tersebut, sekaligus memastikan keadilan dalam penggunaan anggaran.
Target Waktu dan Tahapan Pembangunan
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa studi kelayakan untuk bypass tersebut akan rampung dalam waktu dua minggu ke depan. Setelah dokumen tersebut selesai, pemerintah akan melanjutkan berbagai tahapan pada tahun 2026, termasuk penyusunan desain teknis, penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga pembebasan lahan.
Kita lebih fokus untuk menyelesaikan desainnya dan sebagainya, ujar Iqbal.
Setelah itu, pembangunan fisik dari bypass ini direncanakan dimulai pada awal 2027. Jika semua proses berjalan sesuai jadwal, proyek ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028.
Pemilihan Jalur Selatan dan Sumber Dana
Bypass KayanganLembar akan dibangun melalui jalur selatan. Hal ini dilakukan karena lokasinya yang dekat dengan jaringan bypass eksisting dan Bandara Internasional Lombok. Seluruh anggaran proyek berasal dari APBN, dengan total dana yang diperlukan mencapai sekitar Rp 3,7 triliun.
Kita pakai jalur selatan karena dekat dengan bypass dan airport, kata Iqbal.
Keputusan untuk Membangun Bypass, Bukan Jalan Tol
Iqbal menjelaskan alasan pemerintah memilih pembangunan bypass ketimbang jalan tol. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk mempertimbangkan efisiensi anggaran serta asas keadilan bagi masyarakat NTB.
Dari awal saya tidak mau membangun tol karena menurut saya tidak berkeadilan. Pembangunan jalan ini merupakan keringatnya masyarakat NTB dan semua masyarakat NTB bisa mengakses jalan tersebut tanpa mengeluarkan uang, tegasnya.
Biaya pembangunan jalan tol diperkirakan mencapai Rp 22 triliun, yang dinilai terlalu besar dan berpotensi membebani masyarakat.
Penghematan Waktu Tempuh dan Dampak Ekonomi
Saat ini, perjalanan dari Kayangan menuju Lembar memakan waktu hingga enam jam. Kehadiran bypass diharapkan dapat memangkas waktu tempuh menjadi sekitar dua jam. Iqbal menilai hal ini akan mendorong peningkatan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Kalau bypass ini sudah jadi, maka Kayangan akan semakin penuh. Bahkan mungkin turis-turis lebih senang menyewa mobil lalu melakukan perjalanan sendiri dari Bali menuju ke Pulau Sumbawa melalui Lombok, jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas di pelabuhan Kayangan dan Poto Tano agar pengguna jasa merasa nyaman dan puas.
Makanya pelabuhan Kayangan dan Poto Tano tetap membenah agar pengguna jasa nyaman dan nikmat. Kalau akses makin baik, pengguna jasa juga pasti semakin padat, tutup Iqbal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar