Kunjungan Menteri Pertahanan ke Batalyon Teritorial Pembangunan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) 846/Ksatria Silampari di Muara Rapit, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kunker tersebut dilakukan pada hari Kamis (11/12/2025). Dalam kesempatan ini, Sjafrie menyampaikan beberapa pesan penting terkait ketahanan pangan dan kesiapan operasional satuan baru.
Ketahanan pangan bukan hanya untuk logistik satuan, tetapi juga untuk membangun kemandirian dan mental bertani prajurit, ujar Sjafrie dalam siaran pers yang diterima. Ia menekankan bahwa prajurit TNI harus mampu mengelola ketahanan pangan dengan cerdas dan efektif agar bisa mendukung kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Selain itu, Sjafrie juga membahas pembangunan pangkalan serta kesiapan operasional satuan baru. Hal ini sangat penting karena BTP 846/Ksatria Silampari merupakan salah satu dari ratusan satuan yang dibentuk sebagai bagian dari target pembangunan 750 batalion hingga tahun 2029.
Dalam hal ini, Sjafrie menegaskan perlunya memastikan kesiapan setiap satuan agar dapat mendukung tugas pertahanan negara secara optimal. Ia juga meminta agar seluruh temuan terkait kondisi bangunan dan lingkungan dilaporkan secara resmi untuk ditindaklanjuti. Termasuk dalam laporan tersebut adalah pembangunan fasilitas latihan seperti area tembak dan sarana pembinaan fisik.
Tiga Poin Utama yang Disampaikan Sjafrie
Saat memberikan arahan kepada prajurit, Sjafrie menekankan tiga poin utama, yaitu disiplin, profesionalisme, dan kekompakan. Ia menegaskan bahwa prajurit satuan baru harus memiliki standar tinggi dalam kemampuan dasar, kesiapsiagaan, serta adaptasi lingkungan tugas.
Kalian adalah generasi pertama yang membangun reputasi batalion ini. Jaga kehormatan satuan dengan bekerja keras, menjaga fisik, dan terus belajar, pesannya.
Target Sesuai RPJMN 2025-2029
TNI menargetkan peningkatan kekuatan pembangunan mulai dari ratusan batalion Angkatan Darat (AD), armada Angkatan Laut (AL), hingga puluhan satuan radar (Satrad) Angkatan Udara (AU). Pembangunan kekuatan TNI ini menjadi bagian dari implementasi Optimum Essential Force (OEF) yang menjadi amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pembangunan kekuatan TNI ini juga menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Rabu (29/10/2025). Dalam keterangannya, Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menyatakan bahwa melalui Rakor ini, Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025-2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN.
Fokus Penguatan Pertahanan Darat
TNI AD fokus pada penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, TNI AD menargetkan pembentukan 750 Batalyon Tempur (BTP) hingga tahun 2029.
Sementara itu, TNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral), serta meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru yang berbasis teknologi informasi hingga 2029.
TNI AU menargetkan pembentukan 33 Satrad hingga 2029 serta pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar