Pembaruan data banjir Bengkulu Tengah, 130 rumah dan 80 hektare sawah terdampak

Bencana Banjir Melanda Bengkulu Tengah

Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, pada Jumat dini hari. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras dan angin kencang dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga serta lahan pertanian.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, empat desa di tiga kecamatan terdampak banjir. Keempat desa tersebut adalah Desa Taba Terunjam dan Desa Talang Empat di Kecamatan Karang Tinggi, Dusun 3 Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang, serta Desa Srikuncoro di Kecamatan Pondok Kelapa.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, menjelaskan bahwa akibat luapan sungai, sejumlah rumah warga dan lahan persawahan terendam banjir. Ia menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak mencapai 130 kepala keluarga (KK). Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Desa Taba Terunjam: 51 KK
  • Desa Talang Empat: 74 KK
  • Dusun 3 Desa Taba Jambu: 5 KK

Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian milik warga. Di Desa Srikuncoro, luas sawah terdampak diperkirakan mencapai sekitar 75 hektare, sementara di Desa Taba Terunjam sekitar 5 hektare.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Bengkulu Tengah langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, serta membantu evakuasi warga dan barang-barang berharga. Dalam penanganan bencana ini, BPBD Bengkulu Tengah menyiagakan 22 personel, dua unit perahu, dua unit mobil operasional, serta mendirikan dua unit tenda darurat di lokasi terdampak.

BPBD Bengkulu Tengah juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bengkulu guna meminta dukungan dan bantuan penanganan bencana. Hingga Sabtu (3/1/2026), kondisi banjir di Desa Taba Terunjam, Desa Taba Jambu, dan Desa Srikuncoro dilaporkan belum surut. Sementara itu, genangan air di Desa Talang Empat sudah berangsur surut.

Harmen Junaidi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Dalam penanganan bencana ini, BPBD Bengkulu Tengah turut melibatkan unsur Pemkab Bengkulu Tengah, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, camat, serta pemerintah desa setempat. Kolaborasi antar lembaga ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan situasi dapat segera pulih.

Pemerintah setempat juga terus berupaya untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan