Pembaruan kondisi Risto Mitrevski dan Koko Ari: Tidak Jaminan Starter dalam Laga Persebaya Surabaya

Kondisi Pemain Persebaya Surabaya Jelang Laga Lawan Borneo FC

Persebaya Surabaya akan menghadapi laga penting melawan Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pada hari Sabtu (20/12/2025). Meski laga ini menjadi momen krusial, kondisi skuad Persebaya Surabaya masih belum sepenuhnya ideal.

Dua pemain yang menjadi perhatian utama adalah Risto Mitrevski dan Koko Ari Araya. Meskipun keduanya telah kembali berlatih, mereka belum mendapat jaminan tampil sebagai starter. Pelatih caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat dengan pertimbangan matang untuk menghindari risiko cedera.

Koko Ari: Fleksibilitas yang Membawa Keuntungan

Koko Ari Araya, bek sayap asal Surabaya, memiliki peran penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya. Ia dikenal dengan mobilitas tinggi dan kemampuan transisi menyerang yang baik. Sejak bergabung kembali pada 1 Juli 2025, ia langsung diproyeksikan sebagai bagian penting dari strategi tim.

Namun, kondisi kebugaran Koko Ari dinilai belum cukup stabil. Meskipun perkembangannya positif, pelatih tetap memantau secara ketat agar tidak terjadi cedera ulang. “Kondisi Koko sudah membaik, tapi kami masih terus komunikasi dengan tim medis agar tidak ada risiko cedera ulang,” ujar Uston.

Fleksibilitas Koko Ari dalam bermain sebagai right-back maupun left-back membuat absensinya atau keterbatasan menit bermainnya cukup berpengaruh terhadap keseimbangan tim. Hal ini menambah tantangan bagi pelatih dalam menyusun komposisi terbaik.

Risto Mitrevski: Harapan Utama di Lini Bertahan

Risto Mitrevski, bek tengah asal Makedonia Utara, juga menjadi sorotan. Pemain berusia 34 tahun ini memiliki pengalaman panjang dan postur tinggi yang cocok untuk posisi bek tengah. Dengan nilai pasar sekitar Rp 2,61 miliar, Risto dikenal tenang dalam membaca permainan dan mampu bermain dengan kedua kaki.

Meski telah kembali berlatih, kondisi fisik Risto belum sepenuhnya siap untuk tampil penuh. Uston menjelaskan bahwa tim pelatih tidak ingin mengambil keputusan gegabah. “Risto juga sama, sudah latihan, tapi belum seratus persen. Kami tidak mau memaksakan karena risikonya besar,” katanya.

Keputusan untuk tidak memaksa Risto tampil penuh adalah langkah bijak, mengingat potensi cedera yang bisa saja terjadi. Namun, absennya sang pemain memberi tekanan tambahan bagi pelatih dalam mencari solusi.

Masalah Tim yang Semakin Kompleks

Persebaya Surabaya menghadapi tantangan ekstra karena dua pemain asing dipastikan absen. Bruno Moreira dan Francisco Rivera harus menepi akibat akumulasi kartu. Hal ini membuat opsi rotasi pemain sangat terbatas dan memengaruhi kreativitas lini tengah serta depan.

Uston Nawawi harus menyusun strategi yang tepat agar Persebaya Surabaya tetap kompetitif meski tanpa kekuatan penuh. Fokus utama tim adalah organisasi bertahan dan transisi cepat. Ia berharap pemain bisa tampil disiplin dan memaksimalkan setiap peluang.

Lawan yang Tidak Mudah

Borneo FC datang ke Surabaya dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara Super League. Pesut Etam telah mengoleksi 33 poin dan menunjukkan konsistensi sejak awal musim. Kekuatan lini serang dan kedisiplinan permainan mereka menjadi ancaman serius bagi tuan rumah.

Uston mengaku sudah mempelajari karakter permainan Borneo FC secara mendalam. “Kami sudah analisis permainan mereka, terutama lini serang yang cukup agresif,” ujarnya.

Laga ini menjadi ujian berat sekaligus momentum kebangkitan bagi Persebaya Surabaya. Meski tanpa jaminan starter untuk Koko Ari dan Risto Mitrevski, tim tetap berupaya tampil kompetitif. Keputusan akhir akan ditentukan mendekati pertandingan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan rekomendasi tim medis.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan