
Persaingan Sengit dalam Seleksi Nasional untuk Kelas 79kg
Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi Indonesia, harus berpindah kelas setelah tersisih dari rekan kompatriotnya, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional untuk kelas 79kg di SEA Games. Persaingan antara Rahmat dan Rizki sangat sengit, terutama karena keduanya dikenal sebagai pemecah rekor. Namun, sistem kuota satu atlet per kelas yang diterapkan dalam ajang multievent seperti SEA Games membuat situasi ini semakin rumit.
Sebelumnya, Rahmat telah memenangkan medali emas di kelas-kelas yang lebih ringan, seperti 73kg, 77kg, dan 79kg. Di kelas 81kg, dia juga berhasil memecahkan rekor dunianya. Akan tetapi, kali ini, ia harus beradaptasi dengan kelas yang lebih berat. Meskipun demikian, Rahmat tetap menunjukkan performa yang luar biasa dengan total angkatan sebesar 362kg.
Kemenangan di Berbagai Cabang Olahraga
Pada hari ketujuh penyelenggaraan SEA Games 2025, kontingen Indonesia terus mengumpulkan medali. Hingga Rabu, 17 Desember 2025, Indonesia masih berada di posisi kedua pada klasemen medali dengan 62 medali emas, 72 medali perak, dan 72 medali perunggu. Vietnam, yang berada di posisi ketiga, memiliki raihan 48 medali emas, 55 medali perak, dan 79 medali perunggu.
Di cabang olahraga triatlon, tim Indonesia mencatatkan hasil yang sangat membanggakan. Mereka mampu menyapu bersih tiga perlombaan, yaitu event estafet beregu putra, beregu putri, dan beregu campuran. Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah Rashif Amila Yaqin, yang sebelumnya memenangkan event akuatlon perorangan di Kamboja 2023.
Di cabang atletik, Emilia Nova berhasil memenangi lomba heptatlon yang berlangsung selama dua hari. Ia mencatatkan poin sebesar 5.497, yang menjadi rekor nasional baru. Ini merupakan pertama kalinya Nova meraih medali emas dalam lomba heptatlon sejak SEA Games 2019.
Medali Emas di Dayung dan Angkat Besi
Di cabang dayung, La Memo, olimpian sekaligus mantan juara Asia, berhasil meraih emas dalam lomba satu pedayung putra. Ini menjadi emas kelima bagi La Memo di SEA Games. Tim dayung Indonesia juga memperoleh emas dari kelas ringan empat pedayung putra melalui Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.
Sementara itu, di cabang angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan emas ketiga di kelas 88kg putra. Total angkatan yang ia capai adalah 362kg, yang membuktikan bahwa ia tetap menjadi salah satu atlet terkuat di kelas ini.
Kemenangan di Catur dan Kickboxing
Di cabang catur, tim Indonesia berhasil meraih emas dalam lomba beregu putri. Empat atlet yang terlibat adalah IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah. Mereka berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan strategi yang sangat baik.
Di cabang kickboxing, Fany Febriana Wulandari memenangi lomba menembak trap perorangan putri, sedangkan Riyan Jefri Hamomanangan Lumbanbatu meraih emas di kelas K-1 60kg putra. Kemenangan Jefri terasa sangat emosional, terutama setelah tim Indonesia menghadapi beberapa keputusan tidak adil dari juri.
Kontroversi dan Perjuangan Atlet
Beberapa atlet Indonesia mengalami kendala dalam pertandingan mereka. Aprilia Eka Putri, kampiun Piala Dunia, gagal meraih medali emas karena poin-poinnya tidak dihitung. Sementara itu, Andi Mestara Jerni Maswara sempat dilarang masuk podium sebelum akhirnya meminta maaf dan menghapus video protesnya di media sosial.
Jefri hampir kalah dalam pertandingan final kickboxing, tetapi dua tendangan sukses ke badan lawannya akhirnya mengubah situasi. Dua dari tiga juri memberinya keunggulan poin di akhir laga. Ia menyampaikan bahwa kemenangan ini dipersembahkan untuk almarhum ayahnya, yang meninggal saat ia sedang bersiap untuk SEA Games.
Tim kickboxing Indonesia sebenarnya mengincar tiga medali emas, tetapi hanya satu yang bisa diraih di SEA Games 2025.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar