
Pelatihan Literasi Digital untuk Mahasiswa di Sulawesi Utara
Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) Sulawesi Utara menggelar pelatihan literasi digital mahasiswa untuk kampanye moderasi beragama dan bela negara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2025, di Ruang Serbaguna Badan Tadzkir Universitas Sam Ratulangi, Manado. Peserta yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Utara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya PMMBN Sulut dalam memperkuat kapasitas mahasiswa agar mampu berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika ruang digital yang semakin kompleks. Literasi digital menjadi bekal penting bagi mahasiswa, karena tidak hanya mencakup kemampuan teknis menggunakan media sosial, tetapi juga pemahaman tentang etika, daya kritis, serta kesadaran sosial dalam menyebarkan informasi.
Ketua panitia menjelaskan bahwa PMMBN Sulut melihat mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah derasnya arus informasi, hoaks, dan narasi provokatif yang bisa memecah persatuan. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dipandang sebagai prasyarat penting agar mahasiswa mampu menyebarkan pesan yang menjunjung nilai moderasi beragama dan semangat bela negara.
Materi yang Disampaikan Fokus pada Etika dan Narasi Inklusif
Materi pelatihan disampaikan oleh Sahril Kadir, seorang penulis, jurnalis, dan pegiat literasi di Kota Manado. Dalam presentasinya, Sahril menekankan bahwa ruang digital saat ini membutuhkan kehadiran generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan etis dan kesadaran sosial.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus mampu tampil sebagai produsen gagasan yang mencerahkan dan bertanggung jawab,” ujar Sahril.
Ia menjelaskan bahwa kampanye moderasi beragama dan bela negara di media digital harus dibangun melalui pendekatan naratif yang jujur, kontekstual, serta mudah dipahami masyarakat luas. Mahasiswa didorong untuk mengemas isu kebangsaan dengan bahasa yang inklusif, kreatif, dan tidak menggurui agar pesan dapat diterima secara efektif.
Diskusi Aktif dan Simulasi Konten
Selama pelatihan berlangsung, suasana diskusi terlihat hidup dan partisipatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam simulasi sederhana penyusunan konten digital untuk kampanye moderasi beragama dan bela negara.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul, mulai dari strategi kampanye digital, etika bermedia sosial, hingga tantangan literasi digital di tengah polarisasi informasi yang semakin tajam.
Melalui kegiatan ini, PMMBN Sulawesi Utara berharap mahasiswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengambil peran strategis dalam membangun ruang digital yang sehat, damai, dan berorientasi pada persatuan bangsa.
Komitmen PMMBN Sulut untuk Pemberdayaan Mahasiswa
Pelatihan literasi digital ini sekaligus menegaskan komitmen PMMBN Sulut untuk terus menghadirkan program pemberdayaan mahasiswa yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, PMMBN Sulut berupaya memberikan wadah yang nyata bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi positif dalam dunia digital. Melalui langkah-langkah seperti ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi penggerak utama dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih baik dan inklusif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar