Pembunuh Anak Haji Maman di Cilegon Ditangkap, Profesi Terbongkar: Karyawan Perusahaan

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Haji Maman di Cilegon

Kasus pembunuhan yang menimpa MAHM (9), anak Haji Maman di Kota Cilegon, akhirnya menghadirkan titik terang setelah pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Pelaku yang diketahui berinisial HA, seorang warga asal Palembang, ditemukan sebagai karyawan dari sebuah perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah tersebut.

Identitas Pelaku dan Profesi

HA ditangkap tanpa perlawanan saat sedang melakukan aksi pencurian di rumah warga. Hal ini membuka fakta bahwa pelaku tidak hanya terlibat dalam pembunuhan korban, tetapi juga tindakan kriminal lainnya. Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan membenarkan bahwa HA merupakan salah satu karyawan dari perusahaan ternama di Kota Cilegon. Informasi ini didapatkan melalui konfirmasi kepada wartawan Tribunbanten.

Penangkapan Saat Aksi Pencurian

Penangkapan HA terjadi di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Ia ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten saat sedang mencuri di rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Dalam proses penangkapan, HA diketahui oleh pembantu rumah tangga yang kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Tim gabungan langsung datang ke lokasi dan berhasil mengamankan HA yang bersembunyi di dalam rumah.

Fakta tentang Korban

MAHM, anak Haji Maman, ditemukan dengan puluhan luka tusukan di tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di berbagai bagian tubuh. Namun, jumlah luka yang sebenarnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak medis. Selain itu, ada tiga luka lainnya yang diduga berasal dari benda tumpul. Meski posisi luka terletak di bagian yang tidak fatal, seperti leher dan dada, kondisi korban sangat parah hingga menyebabkan kematian.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8), yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung. Mendengar kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meskipun telah dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Tangisan Keluarga dan Respons Polisi

Tangisan Haji Maman tak terbendung ketika mengetahui putra bungsunya tewas. Tragedi ini terjadi di kediamannya di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, pada Selasa, (16/12/2025) siang. Saat kejadian, Haji Maman tengah berada di kantor dan mendapatkan telepon darurat dari anak keduanya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban, sementara jenazah korban masih berada di RS Bethsaida untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Cilegon memastikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Motif kejahatan serta terduga pelaku masih dalam proses pengungkapan. Pihak kepolisian juga masih mendalami seluruh fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan