Penangkapan Pelaku Pembunuhan yang Ternyata Seorang Karyawan Industri
Kasus pembunuhan tragis terhadap Muhammad Axle (9), putra dari politisi PKS Cilegon, Maman Suherman (Haji Maman), akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menghilang dan bersembunyi, terduga pelaku berhasil ditangkap dalam sebuah penangkapan yang penuh drama di sebuah rumah mewah.
Lokasi Kejadian yang Mengejutkan
Muhammad Axle ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya, Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman justru menjadi lokasi kejadian memilukan tersebut. Pelaku sempat menghilang setelah kejadian, memicu pencarian besar-besaran oleh pihak kepolisian.
Pelarian pelaku berakhir bukan karena penyerahan diri, melainkan karena ia kembali beraksi melakukan kriminalitas. Pada Jumat (2/1/2026), pelaku tertangkap basah saat hendak membobol kediaman mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus.
Kronologi Penangkapan
Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, yang merupakan kerabat pemilik rumah, menjelaskan bahwa awalnya keluarga tidak menyadari identitas asli pencuri tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat itu ia tidak ada di lokasi. "Sebelumnya tidak ngeuh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. Kami baru tahu pada malam harinya."
Menurut Dede, saat keluarga menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS.
Modus Spesialis Rumah Kosong
Pelaku tampaknya telah memetakan situasi rumah incarannya. Rumah milik Roisyudin Sayuri memang kerap kosong di akhir pekan karena pemiliknya sering berada di BSD. "Soalnya setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang," ungkap Dede.
Aksi pertama terjadi pada Minggu (28/12), di mana pelaku sempat terekam CCTV. Ia bahkan sudah berhasil mengeluarkan brankas dari dalam rumah menggunakan kursi roda, namun gagal membawanya pergi. "Hari Minggu (28/12) itu terjadi pencurian. Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan," tambahnya.

Penangkapan Dramatis
Karena brankas incarannya belum berhasil dibawa, pelaku nekat kembali ke lokasi yang sama pada hari Jumat siang. Namun, kali ini asisten rumah tangga (ART) berada di rumah. Saat kepergok, pelaku panik dan mencoba melarikan diri namun justru mengalami kecelakaan kecil yang membuatnya terpojok.
"Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, sudah ada darah, kemungkinan lecet karena membentur tangga," kata Dede.
Penangkapan berlangsung mencekam karena pelaku sempat melakukan perlawanan dan mengancam warga dengan senjata. Menurut Dede, pelaku sempat menodongkan pistol sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Latar Belakang yang Mengejutkan
Hal yang paling mengejutkan adalah latar belakang pelaku. Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan, pelaku bukanlah orang yang kekurangan secara finansial, melainkan seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Cilegon. "Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri," tutup Dede dengan heran.
Kini, pelaku telah diamankan di Polsek Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif di balik pembunuhan keji terhadap Muhammad Axle.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar