Pemda Flores Timur Alokasikan Rp6,6 Miliar Cegah Banjir dan Longsor di Huntara Lewotobi

Pemda Flores Timur Alokasikan Rp6,6 Miliar Cegah Banjir dan Longsor di Huntara Lewotobi

Pemda Flores Timur Siapkan Dana Rp 6,6 Miliar untuk Cegah Banjir dan Longsor di Huntara III dan IV

Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur telah menyiapkan dana sebesar Rp 6,6 miliar untuk mencegah banjir dan longsor di Hunian Sementara (Huntara) III dan IV yang berada di Desa Konga, Kecamatan Titehena. Dana tersebut akan digunakan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko bencana yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat hujan turun.

Huntara III dan IV merupakan tempat tinggal para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dari beberapa desa seperti Desa Hokeng Jaya, Desa Nawokote, dan Desa Nobo. Namun, lokasi pengungsian ini rentan mengalami banjir akibat kondisi medan yang tidak stabil dan kurangnya sistem drainase yang memadai. Eskalasi susulan bisa terjadi setiap kali musim hujan tiba, sehingga memerlukan tindakan preventif yang lebih matang.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan oleh tim teknis, dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia mencapai Rp 6,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan jalur air dan dinding pembatas antar blok yang lebih kuat.

"Kita sudah cek kemarin, BTT kita ada Rp 6,6 miliar. Kita sudah bisa ambil langkah," ujar Anton Doni kepada wartawan pada Kamis (11/12/25) pagi.

Selain menggunakan dana BTT, pihak Pemkab Flores Timur juga sedang mencari dukungan anggaran tambahan dari Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat. Rencana intervensi anggaran sedang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur bersama Dinas PUPR dan tim lapangan. Pihaknya juga melibatkan penegak hukum untuk melakukan peninjauan agar proses pengerjaan dapat lebih transparan dan aman.

"Hari ini juga diadakan rapat bersama dengan Forkompimda, ada kejaksaan dan pengadilan supaya lebih aman," jelasnya.

Anton Doni Dihen menyoroti dua hal utama yang menjadi penyebab kerentanan Huntara III dan IV, yaitu jalur air dan cut and fill. Menurutnya, kondisi jalur air sangat parah, dan medan yang ekstrem membuat pekerjaan sulit dilakukan.

Medan Huntara III dan IV cukup ekstrem, terutama karena bangunan dibangun di atas tanah tumpangan. Durasi hujan yang relatif singkat pun bisa menyebabkan banjir masuk ke dalam kamar para penyintas. Untuk itu, Pemkab Flores Timur mengambil langkah pencegahan banjir dan longsor demi keamanan dan kenyamanan para penyintas.

Bupati Anton bersama jajarannya sedang meninjau anggaran untuk pembuatan jalur banjir dan dinding pembatas antar blok secara lebih memadai. Dia menyebut pekerjaan ini tidak mudah, terlebih dengan dana yang tidak sedikit. Salah satu titik jebakan air memiliki kapasitas yang kecil, sehingga tidak mampu mengatasi banjir yang terjadi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Pemkab Flores Timur akan menyediakan pompa dan pipa karet untuk membuang air ke kali yang berada di sekitar Huntara. Meski jaraknya cukup jauh dari jebakan air, langkah ini dianggap penting untuk mencegah banjir yang bisa mengancam keselamatan para penyintas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan