
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan subsidi tarif air bersih Rp 1 miliar untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
- Hal tersebut disampaikan Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi, Minggu (11/1/2026).
- Ia mengatakan, anggaran subsidi air bersih itu ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) kabupaten setempat.
nurulamin.proPemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan subsidi tarif air bersih Rp 1 miliar untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Subsidi tarif air ini berlaku bagi pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Abdya.
Hal tersebut disampaikan Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi, Minggu (11/1/2026).
Ia mengatakan, anggaran subsidi air bersih itu ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) kabupaten setempat.
"Tahun ini Pemerintah Abdya memberikan subsidi tarif air bersih Rp 1 miliar untuk MBR yang di tempatkan ke Dinas PUPR," kata SM Riza Ariffiandi dilansir dari Serambinews.com.
Untuk Perumdam Tirta Abdya sendiri, kata Riza, tahun 2026 pihaknya tidak lagi mengajukan penyertaan modal ke pemerintah daerah, sebab secara pendapatan sudah tergolong mandiri.
"Tahun ini kita tidak lagi mengajukan anggaran penyertaan modal.
Sebab, setelah kita kalkulasikan, pendapatan perusahaan sudah memenuhi target.
Maka, tahun ini kita menargetkan akan menyumbang PAD," jelasnya.
"Subsidi ini untuk MBR, bukan penyertaan modal untuk Perumdam. Ini dua sisi yang berbeda," ucapnya.
Subdidi Tarif Air Bersih Diatur Khusus
Subsidi tarif air bersih kepada MBR itu, kata Riza, diatur khusus dalam PP nomor 132 tahun 2015 dan Permendagri nomor 21 tahun 2020 pasal 29A.
Dimana pemerintah diwajibkan untuk untuk memberikan subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah, karena air merupakan kebutuhan dasar.
"Subsidi ini juga diatur dalam Pergub dan Perbup.
Jika memang diperlukan, Perumdam Tirta Abdya diperbolehkan secara aturan meminta kembali penyertaan modal dengan alasan tertentu.
Tetapi itu tidak kami lakukan, karena secara neraca keuangan sekarang sudah sehat dan mandiri," kata Riza.
Riza mengatakan, pada tahun 2025 lalu perusahaan plat merah tersebut mengalami pencapaian signifikan, baik itu penambahan pelanggan, pendapatan, dan efektifnya penagihan rekening air.
"Pada akhir Mei hingga Desember 2025 jumlah pelanggan naik menjadi 6.561 dari sebelumnya hanya 3.844 pelanggan," kata Riza.
Selain itu, sebutnya, pihak perumdam juga menerima 509 aduan dari masyarakat melalui nomor hotline terkait permasalahan air bersih di lapangan.
Dari total tersebut sebanyak 498 aduan terselesaikan atau mencapai 98 persen.
Pendapatan Alami Peningkatan
Sementara pendapatan mulai Juni hingga Desember 2025, sebut Riza, juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
"Sebelumnya, pendapatan per bulan hanya Rp 60 juta, saat ini mencapai Rp 148.502.200. Untuk pendapatan mulai Juni hingga Desember 2025 mencapai Rp 891.013.200," ucapnya.
Riza menjelaskan, efektivitas penagihan rekening air dari Juni hingga Desember 2025 sebesar 107 persen. Dimana terdapat piutang lama yang dapat tertagih sebesar Rp 66.955.150.
"Saat ini karyawan di Perumdam Tirta Abdya juga kita tambah menjadi 35 orang dari sebelumnya hanya 16 orang. Hal ini kita lakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.
Selama ia menjabat sebagai Plt, Riza juga telah menyelesaikan berbagai persoalan.
Seperti permasalahan dengan pelanggan atau masyarakat di Kecamatan Jumpa terkait penerapan tarif air minum.
Dan menyelesaikan berbagai kerusakan pada instalasi asesoris meteran bantuan DAK Air Minum tahun sebelumnya. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar