
ETMC XXXIV: Sepak Bola Sebagai Perekat Persatuan
ETMC XXXIV menjadi bukti bahwa sepak bola adalah ruang yang menyatukan tanpa membedakan suku, agama, maupun daerah. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menegaskan pentingnya sportivitas, persatuan, dan semangat persaudaraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Pertandingan final ETMC 2025 sekaligus penutupan Turnamen Piala Gubernur Liga 4 ETMC ke-XXXIV di Kabupaten Ende resmi menutup rangkaian kompetisi yang tidak hanya menyajikan laga sepak bola, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan kerja sama antar daerah.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutan penutupan Laga Final Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV di Stadion Marilonga mengatakan, “Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, saya bersama Wakil Bupati dan masyarakat Kabupaten Ende menyampaikan terima kasih kepada Asprov NTT yang telah mempercayakan Ende sebagai tuan rumah ETMC ke-XXXIV.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi, perangkat pertandingan, pelatih dan ofisial, serta panitia pelaksana yang telah bekerja keras sehingga turnamen berjalan baik, aman, dan lancar.
Dampak Ekonomi Signifikan
Pemerintah Kabupaten Ende bekerja sama dengan BPS Ende melakukan kajian dampak ekonomi pelaksanaan ETMC. Berdasarkan data sementara hingga babak delapan besar, terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan.
“ETMC ini ditonton hampir 100.000 penonton secara langsung, dan melalui YouTube mencapai 12 juta penayangan. Ini membuktikan bahwa sepak bola NTT tidak hanya pesta rakyat, tapi telah merambah menjadi industri sepak bola,” kata Bupati Yosef.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan dan mengucapkan selamat kepada PSN Ngada dan Persena Nagekeo yang tampil di partai final.
Apresiasi Gubernur NTT
Gubernur NTT dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Asprov NTT Petrus Christian Mboik menyampaikan apresiasi kepada PSSI kabupaten/kota, manajer tim, dan panitia penyelenggara atas suksesnya turnamen yang diikuti 22 kabupaten se-NTT.
Terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Ende atas penyambutan hangat kepada para klub dan suporter. Gubernur mengapresiasi dukungan suporter yang meriah tanpa tindakan anarkis, sehingga memupuk semangat persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat Flobamora.
Dalam ETMC XXXIV, tiga klub terbaik anggota Asprov PSSI NTT akan melaju ke Liga 4 Putaran Nasional.
Gubernur berharap Liga 4 ETMC mampu melahirkan pemain profesional yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional serta membawa nama baik NTT. Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung kesiapan NTT–NTB menjadi tuan rumah PON XXI 2028, termasuk pembenahan sarana olahraga dan persiapan tim sepak bola putra-putri yang solid.
Hadiah dan Donasi Kemanusiaan
Ketua Panitia Penyelenggara Petrus Mithe menyampaikan total hadiah untuk Piala Gubernur Liga 4 ETMC sebagai berikut:
- Juara I: Rp 200 juta
- Juara II: Rp 175 juta
- Juara III: Rp 150 juta
- Juara IV: Rp 125 juta
- Pemain terbaik: Rp 5 juta
- Top skor: Rp 5 juta
- Tim Fair Play: Rp 20 juta
Seluruh hadiah dikenai pajak. Ia juga menyampaikan bahwa hasil penjualan tiket ETMC XXXIV akan didonasikan bagi korban bencana di Sumatera sebesar Rp 150 juta.
PSN Ngada Juara
Dalam partai final, PSN Ngada keluar sebagai juara ETMC XXXIV 2025 setelah mengalahkan Persena Nagekeo dengan skor 2–1.
Sebelum pertandingan dimulai, Bupati Ende bersama Wakil Bupati serta Bupati Ngada dan Bupati Nagekeo turun ke lapangan untuk mengimbau penonton tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Hadir dalam kesempatan tersebut para kepala daerah, Forkopimda Kabupaten Ende, serta para tamu undangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar