Aksi Blokade Jalan oleh Suporter Marabose FC di Halmahera Selatan
Pada hari Jumat (12/12/2025), terjadi aksi blokade jalan yang dilakukan oleh puluhan suporter Marabose FC di depan gerbang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Aksi ini berlangsung sekitar pukul 08.00 WIT hingga pukul 10.29 WIT atau sekitar dua jam lebih.
Blokade jalan ini menyebabkan ratusan kendaraan dari arah Babang-Labuha dan sebaliknya tidak bisa melintas. Para suporter juga membakar ban bekas di tengah jalan sambil berorasi. Mereka turut memblokade jalur armada pengangkut sampah ke TPA Marabose.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan suporter Marabose FC terhadap panitia Bupati Cup Halmahera Selatan IV 2025. Mereka menilai panitia tidak konsisten dengan regulasi turnamen.

Pasalnya, keputusan diskualifikasi terhadap Hidayat FC atas masalah data kependudukan tiga pemain dianulir ketika rapat bersama di Kantor Bupati Halmahera Selatan, Kamis (11/12/2025). Selain itu, suporter Marabose FC juga mempertanyakan tindaklanjut protes mereka terhadap data kependudukan salah satu pemain Kampung Makian FC. Mereka menganggap panitia tidak taat regulasi.
Kadispora Halmahera Selatan Noce Totononu mengatakan bahwa panitia belum mengambil keputusan dalam rapat pembahasan terkait protes dari sejumlah tim yang menuai polemik. Ia menjelaskan:
"Kami menskorsing waktu, kami belum menutup (rapat). Di rapat itu belum ada kesimpulan."
Menurutnya, aksi blokade tersebut menggambarkan kecintaan suporter terhadap klub dan event sepakbola lokal. Panitia Bupati Cup Halmahera Selatan IV 2025 akan melanjutkan kembali rapat bersama dengan para manajer tim untuk mencari solusi terbaik.
"Kami akan berkoordinasi untuk mencabut skorsing rapat. Karena kami tidak mau keputusan hari ini menimbulkan protes lagi," tambah Noce Totononu.
Penyebab Aksi Blokade
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab aksi blokade antara lain:
- Tidak konsistennya panitia dalam menerapkan regulasi turnamen. Suporter merasa bahwa keputusan yang diambil tidak adil dan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
- Pembatalan keputusan diskualifikasi terhadap Hidayat FC. Keputusan ini dinilai tidak transparan dan tidak memberikan keadilan bagi semua peserta.
- Protes terhadap data kependudukan salah satu pemain Kampung Makian FC. Suporter merasa bahwa tindak lanjut dari protes mereka tidak diperhatikan oleh panitia.
Dampak Aksi Blokade
Aksi blokade ini menyebabkan gangguan besar terhadap lalu lintas di area tersebut. Ratusan kendaraan terjebak di jalan karena aksi yang dilakukan oleh para suporter. Selain itu, jalur armada pengangkut sampah juga terganggu, sehingga dapat memengaruhi operasional TPA Marabose.
Para suporter juga melakukan orasi dan membakar ban bekas sebagai bentuk unjuk rasa. Hal ini menunjukkan betapa marahnya mereka terhadap keputusan yang dianggap tidak adil oleh panitia turnamen.
Langkah yang Dilakukan oleh Panitia
Setelah aksi blokade berakhir, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan dan personelnya turun melakukan negosiasi. Mereka berhasil menghentikan aksi tersebut dan membuka kembali jalur jalan.
Panitia Bupati Cup Halmahera Selatan IV 2025 akan melanjutkan rapat bersama para manajer tim untuk mencari solusi terbaik. Mereka berharap keputusan yang diambil dapat meminimalisir protes dan konflik di masa mendatang.
Dengan adanya aksi blokade ini, diharapkan panitia lebih waspada dalam mengambil keputusan agar tidak menimbulkan ketidakpuasan dari peserta maupun suporter.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar