Pemilik WO Pernikahan Tipu Klien Ditangkap, Ingin Kembalikan Uang Korban: Saya Punya KPR

Kasus Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Timur

Kasus dugaan penipuan oleh sebuah wedding organizer (WO) di Jakarta Timur kini menjadi sorotan publik setelah sejumlah korban melaporkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh pemilik WO, Ayu Puspita. Ayu dan empat orang lainnya, termasuk manajer serta karyawan, telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Ayu Puspita, yang sebelumnya dikenal sebagai pemilik WO, menawarkan layanan lengkap dalam penyelenggaraan pernikahan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan acara pada hari H. Namun, dugaan muncul bahwa uang yang diterima dari para klien digunakan untuk kepentingan pribadi Ayu.

Peristiwa ini awalnya terungkap setelah salah satu klien mengunggah video pernikahan yang berlangsung tanpa kehadiran katering, meskipun biaya telah dibayarkan kepada WO. Video tersebut viral dan memicu korban lain untuk menyampaikan keluhan mereka.

Para korban mengungkapkan bahwa mereka sudah melunasi pembayaran sesuai kesepakatan, namun fasilitas yang dijanjikan tidak terpenuhi saat acara berlangsung. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menjelaskan bahwa WO tersebut telah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, tetapi pada hari H, acara tidak berjalan sesuai harapan.

Hingga kini, jumlah korban dan total kerugian masih dalam proses pendataan. Menurut Erick, kerugian masih dihitung karena banyak korban baru yang belum melaporkan kasusnya.

Pengakuan Ayu Puspita

Saat dihubungi oleh para korban, Ayu Puspita mengaku bahwa dirinya tidak memiliki simpanan berupa uang maupun emas untuk mengembalikan dana klien. Ia menyebut saldo rekeningnya hanya tersisa Rp463 ribu, jumlah yang jauh dari kerugian total para korban.

Ayu juga mengakui bahwa uang klien digunakan untuk membeli rumah dan melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia berjanji akan mengembalikan uang klien setelah rumahnya terjual. "Cuma saya ada KPR (kredit pemilikan rumah), cuma memang kan di situ, memang di situ saya DP-nya (uang muka) lumayan besar. Nah, itu saya lagi berusaha untuk saya jual. Itu asetnya nanti bisa untuk refund inilah, salah satu usaha saya," kata Ayu.

Manajemen keuangan WO milik Ayu Puspita berantakan karena uang dari klien hanya digunakan untuk menutupi kekurangan dari klien lain. "Makanya itu kemarin benar-benar yang waktu bermasalah, yang masalah katering itu, itu memang baru sekali, untuk masalah katering. Sebelumnya, kami tidak pernah untuk kekurangan katering, malah lebih," tambahnya.

Pengalaman Korban

Salah satu korban bernama Samuel menceritakan pengalamannya saat pernikahannya digelar di Gedung Pelindo, Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025). Acara tersebut berantakan karena katering tidak datang. Para tamu kecewa, sehingga pulang lebih awal dan keluarga harus mengeluarkan uang untuk pesan makanan online.

"Kami sudah booking villa di Bali untuk bulan madu, tapi sekarang harus fokus ke kasus penipuan ini," ungkap Samuel. Ia dan istrinya syok di panggung karena telah membayar uang katering sebesar Rp82 juta.

Korban lain bahkan ada yang tertipu hingga Rp100 juta yang hendak digunakan untuk menikahkan anaknya. "WO Ayu Puspita lo jahat banget! Ada orang yang harus nabung tahunan demi wujudkan wedding dream mereka, banyak yang pingsan sampai masuk RS karena kalian tipu," ucap salah satu korban.

Peran Masyarakat Sekitar

Ketua RT setempat, Azli, mengungkapkan bahwa Ayu Puspita dikenal sebagai warga yang tertutup. Bahkan, masyarakat sekitar tidak mengetahui bahwa ia menjalankan usaha WO. Sejak tinggal di lingkungan tersebut, Ayu juga belum pernah menyerahkan KTP kepada pihak RT.

"Kalau melihat sehari-hari, hari Sabtu, Jumat wah itu ramai sekali di rumahnya tuh. Ada tujuh juru masaknya, belum mobil-mobil angkutan untuk acara mendukung usaha catering," katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan