Pemilik WO Viral Akui Tidak Bisa Bantu Pernikahan Konsumen: Belum Ada Gambaran Ke Depan

Pemilik WO Viral Akui Tidak Bisa Bantu Pernikahan Konsumen: Belum Ada Gambaran Ke Depan

Kasus Penipuan Wedding Organizer yang Menyedot Perhatian

Sebuah kasus penipuan terhadap ratusan calon pengantin telah membuat heboh publik. Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) yang kini diamankan oleh polisi, mengakui bahwa dirinya tidak sanggup menyelenggarakan pernikahan kliennya. Hal ini terungkap saat ia diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Utara.

Pengakuan Ayu Puspita

Saat diinterogasi, Ayu Puspita menjawab dengan suara lemas ketika ditanya apakah ia mampu menyelenggarakan acara pernikahan untuk klien yang sudah melunasi pembayaran. Penyidik menanyakan secara spesifik mengenai tiga acara pernikahan yang rencananya akan digelar pada bulan Desember 2025.

"Untuk hari ini saya masih belum bisa Pak," jawab Ayu Puspita. Namun, ketika penyidik kembali bertanya, ia memberikan jawaban yang tidak jelas. "Saya belum ada gambaran pasti ke depannya Pak." Akhirnya, Ayu Puspita hanya menjawab bahwa ia belum sanggup saat ini.

Tawaran Paket Murah dan Bonus Menarik

Salah satu korban, Satrio Yuda, mengungkapkan bahwa dirinya tertarik dengan paket yang ditawarkan oleh WO Ayu Puspita karena harganya lebih murah dibandingkan penyedia jasa lain. Ia juga tergiur dengan bonus tambahan yang disertakan dalam setiap pembayaran termin.

Menurut Satrio, pihak marketing dari WO tersebut sering mengirimkan pesan WhatsApp mengenai bonus-bonus yang menarik. Dalam paket yang ia pesan, terdapat bonus sebanyak 14 gubukan makanan. Jika dihitung, total harga paket tersebut mencapai Rp170 juta, namun ia merasa bahwa harga tersebut cukup murah.

Satrio dan pasangannya telah membayar sekitar Rp147 juta dari total harga Rp170 juta. Mereka sedianya akan menikah pada 24 Januari 2026 di Depok, Jawa Barat.

Masalah Terungkap dari Pihak Gedung

Satrio mengaku pertama kali mengetahui adanya masalah dari pihak gedung yang mengabarkan tentang kasus viral WO Ayu Puspita. Informasi tersebut disampaikan melalui grup WhatsApp yang terdiri dari para venue atau tempat penyelenggaraan acara.

Dari informasi yang beredar, diketahui bahwa lebih dari 200 pasangan calon pengantin menjadi korban dari penipuan ini. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp16 miliar.

Kondisi Acara yang Menghebohkan

Satrio juga menceritakan pengalaman buruk dari korban lain yang pernikahannya digelar pada 6 Desember 2025. Saat itu, pihak catering tidak datang, dekorasi hanya setengah jadi, dan tamu sudah hadir. Akibatnya, keluarga mempelai jatuh pingsan karena panik.

"Kebanyakan catering-nya nggak datang. Ada yang desainnya cuma setengah jadi. Tamu udah datang semua. Akhirnya ada yang pesan nasi padang sama makanan sekitar gedung," ujar Satrio.

Langkah yang Diambil Korban

Saat ini, Satrio bersama para korban lain sudah membentuk grup komunikasi dan tengah melapor resmi ke Polres Metro Jakarta Utara. Mereka berharap ada penyelesaian yang jelas dari pihak berwajib.

"Harapan saya sih semoga uang kami bisa kembali. Kalau nggak bisa kembali, minimal gimana caranya acara kami tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya," kata Satrio.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan