Pemimpin BYD Bahagia Atto 1 Laku Keras di Pasar Indonesia


berita, JAKARTA Perusahaan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD Indonesia, semakin memperluas pangsa pasarnya di industri otomotif Tanah Air. Hal ini terjadi berkat kehadiran model city car hatchback terbaru mereka, BYD Atto 1.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Indonesia terhadap mobil baru tersebut. Menurutnya, mobil dalam segmen hatchback memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia.

Eagle menjelaskan bahwa sebenarnya BYD telah melakukan riset selama empat tahun sebelum meluncurkan jajaran kendaraan listriknya di pasar Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengalaman lebih dari tiga dekade serta jaringan rantai pasok yang lengkap dan riset serta pengembangan yang matang menjadi faktor utama dalam keberhasilan perusahaan menghadirkan BYD Atto 1 di pasar Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD Atto 1 mencapai 8.333 unit pada November 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dari total capaian tersebut, varian Dynamic Standard Range berkontribusi sebanyak 4.878 unit, sedangkan Premium Extended Range mencatat 3.455 unit. Seluruh unit Atto 1 masih diimpor secara utuh (CBU) dari Tiongkok.

Model ini pertama kali diluncurkan dalam ajang GIIAS 2025 pada Juli lalu dan langsung menarik perhatian berkat harganya yang bersinggungan dengan segmen LCGC. Harga BYD Atto 1 dimulai dari Rp199 juta untuk varian Dynamic, sementara varian Premium dibanderol Rp235 juta OTR Jakarta.

Ternyata, penjualan BYD Atto 1 pada November 2025 hampir sama dengan total penjualan seluruh merek LCGC yang terdiri dari Toyota, Daihatsu, dan Honda. Total penjualan LCGC mencapai 8.879 unit pada November 2025, hanya sedikit lebih tinggi dari BYD Atto 1.

Secara keseluruhan, pengiriman wholesales BYD tercatat sebanyak 9.481 unit pada November. Selama 11 bulan 2025, penjualan mobil BYD mencapai 40.151 unit, dengan pangsa pasar (market share) sebesar 5,7%. Semua mobil listrik BYD masih diimpor utuh (CBU) dari Tiongkok.

Kami sangat senang melihat bahwa kontribusi ini memberikan peningkatan yang baik di masing-masing segmen, ujar Eagle.

Beberapa model yang telah dipasarkan BYD di Tanah Air antara lain Atto 1, Atto 3, Sealion 7, M6, Seal, dan Dolphin. Saat ini, BYD juga sedang membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.

BYD dilaporkan telah menyelesaikan sekitar 90% pembangunan fasilitas pabriknya di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp11,2 triliun. Pabrik tersebut disiapkan untuk kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan