Pemimpin Probolinggo Peringatkan Dini Ancaman Banjir

Pemimpin Probolinggo Peringatkan Dini Ancaman Banjir

Peninjauan Bupati Probolinggo di Lokasi Banjir

Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris (Gus Haris), melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini dan mempercepat proses asesmen kerusakan akibat bencana alam yang terjadi.

Peninjauan dimulai dari halaman kantor Kecamatan Tiris. Selanjutnya, Gus Haris mengecek jembatan di Desa Tiris serta rumah milik Sudianto di RT 3 RW 1 Dusun Taman yang mengalami kerusakan pada bagian dapurnya akibat longsoran tanah.

Bupati kemudian melanjutkan perjalanan ke jembatan kayu miring yang menghubungkan Desa Andungbiru dengan Tiris. Ia juga meninjau jembatan penghubung di kawasan Sungai Campoan yang putus akibat tingginya debit air dari pertemuan aliran Kebun Teh dan Sumber Kapung.

Pada akhir peninjauan, Gus Haris mengecek Jembatan Kedaton Desa Andungbiru yang rusak parah. Di sekitar jembatan tersebut, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan akibat erosi tanah akibat banjir.

Mitigasi Bencana yang Dilakukan

Bupati Probolinggo menyatakan bahwa mitigasi bencana telah dilakukan oleh berbagai Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya sudah memerintahkan OPD terkait untuk melakukan mitigasi sejak beberapa minggu lalu ketika curah hujan mulai meningkat.

"Sejak beberapa minggu yang lalu, saya sudah memerintahkan semua OPD terkait, terutama BPBD untuk melakukan mitigasi. Mitigasi dan asesmen terus dilakukan hampir setiap hari," ujar Gus Haris.

Menurut Bupati, kekhawatiran akan dampak banjir terbukti ketika tiga aliran sungai di wilayah atas menyatu dan membawa debit air besar hingga merusak jembatan.

"Di atas itu ada tiga sungai dan di titik ini ada dua sungai yang jadi satu. Air yang turun sangat besar sehingga jembatan di sini yang menjadi korban," tambahnya.

Asesmen Fasilitas Umum dan Sekolah

Kerusakan pada fasilitas umum seperti jembatan dan infrastruktur lainnya sedang dalam proses asesmen. Gus Haris menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi struktur jembatan serta perubahan geometri sungai.

"Ada beberapa sekolah yang terkena efek dari perubahan aliran air yang besar. Karena itu sejak pagi, semua OPD terkait saya turunkan ke lokasi mulai Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan lainnya," pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir:

  • Peningkatan koordinasi antar OPD: Berbagai dinas dan instansi terkait bekerja sama untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
  • Pemantauan rutin: BPBD dan OPD terkait melakukan pemantauan hampir setiap hari untuk memastikan kondisi terkini.
  • Evaluasi struktur jembatan: Proses asesmen struktur jembatan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kestabilan infrastruktur.
  • Pengawasan aliran sungai: Pemantauan aliran sungai dilakukan untuk mencegah risiko banjir lanjutan.
  • Pemetaan dampak terhadap sekolah: Evaluasi dampak banjir terhadap bangunan sekolah dilakukan untuk memastikan keamanan siswa dan guru.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan