Pemkab Klaten Kolaborasi dengan UGM Atasi Sampah dan Limbah di TPA Troketon

Pemkab Klaten Kolaborasi dengan UGM Atasi Sampah dan Limbah di TPA Troketon

Penanganan Sampah dan Lindi di TPA Troketon, Klaten Mulai Berjalan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani masalah sampah dan lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan anggaran sebesar Rp5,7 miliar. Proses ini menjadi awal dari upaya pemerintah setempat dalam mengurangi dampak lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.

Pantauan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas pengolahan air lindi di embung dan landfill empat TPA Troketon mulai berjalan. Perangkat aerator roda dayung telah dipasang di berbagai sisi permukaan kolam air lindi. Selain itu, sejumlah alat pengolahan limbah cair juga terpasang di dekat embung TPA Troketon. Tujuannya adalah untuk mengubah air lindi menjadi lebih bersih dan tidak bau.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa proses pengolahan air lindi sudah berjalan dengan baik. "Alhamdulillah untuk air lindi sudah diproses, yang beberapa bulan lalu kami ke sini maunya luar biasa. Alhamdulillah sekarang tidak bau dan kurang lebih nanti satu bulan diproses, air lindinya bisa jernih. Sehingga nanti ikan bisa hidup di kolam lindi dan airnya dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau mobil," ujar Bupati.

Selain fokus pada pengolahan air lindi, Pemkab Klaten juga berupaya memperbaiki infrastruktur sekitar TPA Troketon. Beberapa perbaikan telah dilakukan, termasuk perbaikan saluran drainase di zona landfill II TPA Troketon dan pembangunan talut saluran irigasi di tiga desa yaitu Desa Troketon, Kalangan, dan Kaligawe.

Kerja Sama dengan UGM untuk Studi Kelayakan Pengolahan Sampah

Bupati Klaten mengungkapkan bahwa pihaknya ingin segera menyelesaikan masalah pengolahan sampah di TPA Troketon. Namun, ia mengaku tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk itu, Pemkab Klaten akan bekerja sama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melakukan feasibility study (kajian kelayakan) pengolahan sampah yang tepat.

"Hasil studi kelayakan dari UGM akan menjadi dasar kami untuk bertindak. Jadi karakteristik sampah TPA Troketon itu nanti cocoknya diselesaikan dengan cara apa dan investor mana yang tepat untuk bekerja sama. Karena kami tidak ingin meraba-raba lagi," jelas Bupati.

Ia menambahkan bahwa studi kelayakan tersebut direncanakan selesai pada Januari-Februari 2026. Dengan demikian, pihaknya akan dapat melanjutkan dengan MoU pengolahan sampah pada Maret 2026.

Pembangunan IPAL dan Pengolahan Air Lindi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten, Srihadi, menjelaskan bahwa pengolahan IPAL di kolam lindi TPA Troketon sudah dimulai sejak November 2025. Anggaran sebesar Rp5,7 miliar dialokasikan untuk pembangunan IPAL dan pengolahan air lindi.

Proses pembersihan air lindi dilakukan dengan dua metode, yaitu konvensi dan biologis. "Harapannya tiga bulan selesai, artinya air (di kolam Embung dan Landfill empat) sudah jernih. Nanti akan digunakan untuk perikanan, kalau ikan sudah bisa hidup," tambah Srihadi.

Menurut data DLH, TPA Troketon setiap hari menerima sebanyak 150 ton sampah dari 300-an TPS di Kabupaten Klaten. Berdasarkan kajian, sekitar 67 persen dari sampah tersebut adalah sampah organik. Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan gerakan pilah sampah di rumah tangga, sampah organik tidak masuk ke TPA Troketon.

Upaya Menjamin Kesehatan dan Lingkungan

Dengan penanganan sampah dan lindi yang lebih baik, pihak Pemkab Klaten berharap tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat terkait kesehatan dan lingkungan. "Insya Allah nanti setelah pengolahan air lindi dan penanganan sampah bekerja, semoga tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat. Diharapkan, kesehatan warga terjamin, airnya aman, dan jalan juga bagus sehingga semuanya bisa saling memahami serta tetap menerima TPA Troketon ada di sini," harap Bupati.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan