
Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Medan
Pasar murah yang digelar oleh Pemko Medan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Pembukaan dilakukan di halaman Gereja GKPI jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Medan Perjuangan, kemarin. Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pasar murah ini diselenggarakan di 53 titik lokasi yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Terdapat delapan jenis produk bahan pokok yang dijual, yaitu beras kualitas medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, margarine, minyak goreng, dan sirup-sirup. Kehadiran pasar murah ini merupakan komitmen Pemko Medan untuk mengatasi lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang akhir tahun.
Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bahwa saat ini, baik di pasar tradisional maupun supermarket, sering terjadi kenaikan harga. Contohnya, saat dirinya mengunjungi Pasar Pringgan beberapa waktu lalu, beberapa kebutuhan pokok menunjukkan kenaikan harga. Hal ini dapat berkontribusi pada inflasi.
"Untuk itu, Pemko Medan menggelar pasar murah jelang Natal dan tahun baru. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Rico Waas.
Menurut Rico Waas, pasar murah ini merupakan bentuk komitmen Pemko Medan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat pengeluaran mereka.
"Pasar murah ini adalah komitmen Pemko Medan untuk membantu masyarakat dalam menyambut Natal dan tahun baru. Setidaknya ini bisa meringankan biaya yang dikeluarkan masyarakat," tambah Rico Waas.
Selama pelaksanaan pasar murah, Rico Waas menegaskan agar stok bahan pokok yang dijual selalu tersedia. Hal ini penting karena banyak masyarakat akan membeli bahan pokok di pasar murah dengan harga yang telah disubsidi.
"Saya minta stok bahan pokok di Pasar Murah diperhatikan. Jangan sampai setelah launching tiba-tiba kehabisan atau kosong stoknya. Pantau terus selama pelaksanaan pasar murah," tegas Rico Waas.
Sebelumnya, Plt Kadis Koperasi UKM Perindag, Citra Effendi Capah menjelaskan bahwa pasar murah Natal dan Tahun Baru ini digelar untuk mengendalikan inflasi daerah dan mendorong terciptanya stabilisasi harga serta meningkatkan daya beli masyarakat kelompok ekonomi menengah ke bawah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok.
"Pasar murah ini dilaksanakan di 53 titik/lokasi yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Pasar murah ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 10 hingga 20 Desember. Ada 8 jenis produk yang dijual yaitu beras kualitas medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, margarine, minyak goreng dan sirup-sirup," jelasnya.
Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah setelah disubsidi antara lain:
- Beras Rp12.500 per kg
- Gula pasir, Rp14.000 per kg
- Telur Rp1.550 per butir
- Tepung terigu Rp11.800 per kg
- Kacang tanah kupas, Rp31.300 per kg
- Minyak sania Rp17.800 per kg
- Margarin Rp4.900 per bungkus
- Sirup Rasberry, Rp18.667 per botol
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar