Pemindahan Tugu Tabot di Bengkulu untuk Meningkatkan Kelancaran Lalu Lintas
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan relokasi Tugu Tabot yang selama ini berada di tengah bundaran Simpang Skip, Kecamatan Ratu Agung. Penataan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam menghadirkan tata kota yang lebih tertib, modern, serta ramah bagi masyarakat.
Tugu Tabot, yang menjadi ikon kota, tidak mengalami perubahan bentuk atau fungsi. Pemkot memilih solusi relokasi agar nilai sejarah dan budaya tetap terjaga. Dengan dipindahkan ke sisi jalan, Tugu Tabot akan berada di lahan eks pos polisi milik Polresta Bengkulu di kawasan Simpang Skip.
“Penataan ini kita lakukan agar Kota Bengkulu lebih rapi, indah, dan lalu lintasnya lancar. Tugu Tabot tetap ada, hanya kita geser ke lokasi yang lebih tepat,” ucap Dedy, salah satu pejabat Pemkot Bengkulu.
Ia menambahkan bahwa penataan serupa akan dilakukan di sejumlah titik lain, seperti bundaran Pagar Dewa. Di sana, rencananya akan dilakukan pemangkasan untuk memperlebar ruas jalan dan mengurangi potensi kemacetan. Dedy menegaskan, penataan akan dilakukan mulai dari Simpang Lima, Skip, Padang Harapan hingga Pagar Dewa. Tujuannya adalah membuat Bengkulu tampil sebagai kota yang tertata dan modern.
Tugu Tabot Dipindahkan Tanpa Mengubah Bentuk atau Fungsi
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, memastikan bahwa pemindahan Tugu Tabot tidak akan mengubah bentuk maupun fungsi tugu tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tugu Tabot bukan dikosongkan atau dihilangkan, melainkan hanya digeser ke lokasi yang lebih aman dan mendukung kelancaran lalu lintas.
“Itu bukan dikosongkan atau dihilangkan. Tugunya dipindah, digeser saja. Asetnya tetap utuh, tidak rusak, tidak hilang, bentuknya sama persis,” jelas Noprisman.
Menurutnya, posisi Tugu Tabot di tengah bundaran selama ini membuat ruang lalu lintas menjadi sempit. Dengan relokasi ke pinggir jalan, arus kendaraan di Simpang Skip diharapkan menjadi lebih lancar, terutama pada jam-jam padat aktivitas masyarakat.
Noprisman juga memastikan bahwa tidak akan ada pembangunan tugu baru sebagai pengganti di tengah bundaran. “Tidak diganti dengan tugu lain. Kita hanya memindahkan Tugu Tabot ke lokasi yang lebih aman dan lebih mendukung kelancaran lalu lintas,” ungkapnya.
Harmonisasi Pembangunan Infrastruktur dan Budaya
Harapan Pemkot Bengkulu adalah agar penataan kota dapat berjalan seimbang antara pembangunan infrastruktur, kelancaran mobilitas warga, serta pelestarian identitas budaya daerah. Dengan langkah-langkah ini, kota Bengkulu diharapkan bisa tetap menjadi tempat yang nyaman, indah, dan penuh nilai sejarah.

Penataan kota ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk memastikan bahwa perkembangan infrastruktur tidak mengorbankan keberadaan objek-objek budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat setempat.
Dengan relokasi Tugu Tabot, Pemkot Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, tanpa mengabaikan aspek budaya dan sejarah. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan kota yang berkelanjutan dan berwawasan ke depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar