
Permasalahan Sampah dan Banjir yang Masih Menghantui Kota Denpasar
Kota Denpasar masih menghadapi dua masalah utama, yaitu sampah dan banjir. Dalam rangka menangani permasalahan tersebut, Pemkot Denpasar akan fokus pada penanganan sampah dan banjir di tahun 2026.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyatakan bahwa masalah sampah dan banjir akan menjadi prioritas utama dalam pemerintahan tahun depan. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kegiatan yang harus segera dilakukan untuk mengatasi kedua masalah tersebut.
"Di tahun 2026 ada kegiatan yang harus dilakukan segera, masalah sampah. Itu masalah prioritas, kemudian masalah banjir. Jadi kami akan fokus di sana," ujar Jaya Negara pada hari Kamis, 1 Januari 2025.
Pihaknya berkomitmen untuk segera menyelesaikan dua permasalahan krusial ini. "2026 kami akan bangun Denpasar menjadi lebih baik terutama bagaimana selesaikan sampah dan banjir," tambahnya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan stakeholder terkait dalam mendukung pembangunan di tahun 2025. Selain itu, mereka meminta maaf apabila ada kekurangan pelayanan selama tahun 2025.
"Komitmen kami akan berikan yang terbaik di tahun 2026," kata Wali Kota Denpasar.
Capaian Pembangunan di Tahun 2025
Pihaknya mengaku akan berusaha memenuhi semua indikator keberhasilan di Denpasar meskipun belum 100 persen. Salah satu capaian yang dicatat adalah penurunan angka pengangguran menjadi 1,4 persen dan tingkat kemiskinan menjadi 2,1 persen.
Selain itu, capaian pembangunan infrastruktur mencapai 84 persen. "Artinya kita terus berjuang perbaiki infrastruktur jalan, trotoar, fasilitas pendidikan dan lainnya. Tapi ada juga yang belum. Masyarakat mungkin ada yang bilang, kok masih ada yang compang-camping? Dari 84 persen, ada 16 persen yang masih terus kita kerjakan ke depan," jelasnya.
Peningkatan Kunjungan Wisatawan ke Kota Denpasar
Dari sisi kunjungan pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, memaparkan bahwa target kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar tahun 2025 dipatok di angka 1.990.000 orang.
"Berdasarkan data hingga November 2025, angka kunjungan sudah mencapai 1.855.834 wisatawan. Dengan asumsi kenaikan tren di bulan Desember, kami optimis target tahun ini akan terlampaui," ujar Riyastiti.
Riyastiti menjelaskan perhitungan proyeksi tersebut menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap) dengan mengacu pada tren kenaikan tahun 2024. Pada tahun lalu, terjadi kenaikan kunjungan dari November (142.127) ke Desember (160.349) sebesar 12,82 persen.
"Jika kita terapkan persentase kenaikan yang sama, yakni 12,82 persen pada data realisasi November 2025 yang sebesar 151.793, maka proyeksi kunjungan bulan Desember 2025 adalah sebanyak 171.252 wisatawan," jelasnya.
Dengan penambahan proyeksi bulan Desember tersebut, total akumulasi kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar per 31 Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 2.027.086 wisatawan. Angka ini secara otomatis melampaui target tahunan sebesar 1,99 juta.
Dinamika Tingkat Hunian Hotel
Selain angka kunjungan, tingkat hunian hotel juga menunjukkan dinamika yang menarik. Riyastiti memaparkan bahwa sempat terjadi penurunan rata-rata okupansi sebesar -2,02 persen dari bulan November ke awal Desember.
Pada bulan November, rata-rata okupansi mencapai 54,52 persen (Hotel Bintang 59,13 persen dan Non-Bintang 49,91 persen). Sementara pada perhitungan awal Desember sebelum Natal, rata-rata okupansi berada di angka 52,5 persen (Hotel Bintang 65 persen dan Non-Bintang 40 persen).
Namun, kondisi ini berbalik drastis memasuki periode pasca Natal hingga menyambut malam pergantian tahun baru. "Tren hunian meningkat signifikan pasca Natal menuju Tahun Baru. Data kami menunjukkan rata-rata okupansi naik menjadi 60,5 persen," ungkap Riyastiti.
Secara rinci, Hotel Bintang menjadi primadona dengan tingkat hunian menyentuh angka 68 persen, sementara akomodasi Non-Bintang juga turut mendongkrak rata-rata gabungan tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar