Pemkot Kendari Zikir di Masjid Al Kautsar Tutup Tahun 2025, Doakan Korban Sumatera dan Aceh

Pemkot Kendari Zikir di Masjid Al Kautsar Tutup Tahun 2025, Doakan Korban Sumatera dan Aceh

Perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Kendari dengan Doa dan Zikir Bersama

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar acara doa dan zikir bersama menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Acara ini digelar pada malam hari tanggal 31 Desember 2025, yang bertepatan dengan awal tahun baru 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Kautsar, yang terletak di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masjid ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Kantor Balai Kota, yang merupakan pusat pemerintahan daerah. Acara doa dan zikir bersama ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk jajaran pegawai Pemkot Kendari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat umum.

Kehadiran Tokoh dan Masyarakat

Dari pantauan di lokasi, masyarakat mulai memadati Masjid Agung ini sejak pukul 17.30 Wita. Beberapa tokoh penting tampak hadir dalam acara tersebut. Salah satunya adalah Ketua DPRD Kendari, La Ode Inarto, yang mengenakan baju koko putih. Sekitar pukul 17.40 Wita, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, tiba di Masjid Al Kautsar dengan pakaian serupa, yaitu baju koko putih, celana kain hitam, dan peci hitam.

Beberapa menit kemudian, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, juga tiba di masjid. Ia mengenakan gamis navy dan hijab cokelat. Saat tiba, ia menyempatkan diri menyapa imam dan beberapa jemaah yang sudah hadir di dalam masjid tersebut.

Prosesi Acara yang Khidmat

Sebelum kegiatan utama dimulai, seluruh jemaah terlebih dahulu melaksanakan salat magrib bersama-sama. Setelah salat, acara inti berupa doa dan zikir pun dimulai sekitar pukul 18.54 Wita. Acara berlangsung secara khidmat selama kurang lebih 20 menit dan ditutup dengan salat isya berjemaah.

Pesan dan Harapan dari Wali Kota

Siska Karina Imran, saat diwawancarai, menjelaskan bahwa doa dan zikir ini dilakukan sebagai bentuk refleksi akhir tahun. "Tahun 2025 ini sudah banyak kita laksanakan, dan semoga tahun 2026 bisa kita evaluasi untuk menuju Kota Kendari yang semakin maju," ujarnya.

Selain itu, momen ini juga digunakan untuk mendoakan para korban bencana di Sumatera dan Aceh. Siska mengimbau kepada masyarakat agar turut mendoakan dan berempati kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah. "Mudah-mudahan keluarga kita di sana diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut dan semoga segera pulih," tambahnya.

Surat Edaran Pemerintah Kota

Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari telah mengeluarkan surat edaran agar perayaan pergantian tahun dilakukan secara sederhana. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa tidak diperbolehkan melakukan konvoi kendaraan hingga tidak membunyikan petasan atau kembang api berdaya ledak tinggi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan