Pemkot Makassar Belum Luncurkan Program Pemberdayaan di Wilayah Rawan Bentrok

Program Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Tallo Masih Dalam Persiapan

Di tengah situasi yang masih memprihatinkan akibat bentrok antarwarga yang sering terjadi di Kecamatan Tallo, Makassar, pemerintah setempat mengakui bahwa program pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya diluncurkan. Wilayah ini dikenal sebagai wilayah rawan konflik, dan kejadian terbaru pada November 2025 lalu menunjukkan betapa pentingnya tindakan preventif yang harus segera diambil.

Menurut Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, pihaknya sedang menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Ia menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak akan terburu-buru, karena perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Kita lagi menyusun programnya supaya bisa langsung diterapkan, ujar Appi kepada media, Jumat (12/12/2025). Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk mendata apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Hal ini dimaksudkan agar program dapat memberikan dampak yang nyata dan efektif.

Meski demikian, Appi juga memastikan bahwa lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat bentrok, seperti Sapiria dan Borta, tetap dijaga oleh aparat keamanan. Masih ada kita masih berpatroli, tambahnya.

Rencana Pelatihan untuk Warga

Sebelumnya, Pemkot Makassar telah merencanakan untuk memberikan pelatihan produktivitas kepada pemuda dan remaja di wilayah rawan bentrok. Tujuan dari rencana ini adalah untuk mencegah kembali terjadinya aksi yang tidak diinginkan.

Pada November 2025 lalu, bentrok antarwarga di Kecamatan Tallo menewaskan satu orang dan menyebabkan tujuh rumah terbakar. Respons atas peristiwa tersebut, Appi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai langkah pencegahan melalui pelatihan, pembinaan, dan kegiatan produktivitas bagi pemuda, remaja, hingga anak-anak.

Kami akan masuk ke dalam wilayah itu, untuk memberikan berbagai macam pola-pola pelatihan, sehingga ada kegiatan yang bermanfaat kepada anak-anak di situ, katanya.

Namun, ia mengakui adanya tantangan besar dalam menjalankan program ini, yaitu banyaknya pelaku yang masih berusia sangat muda, berkisar antara 14 hingga 15 tahun. Persoalannya, kalau kita kumpul-kumpul yang ada di sana kadang-kadang yang mau diberikan pekerjaan (orang dewasa), tapi yang main anak-anak yang dibawa umur 15 tahun, 14 tahun ini kan, jelasnya.

Untuk menghadapi hal ini, pemerintah akan menyesuaikan pendekatan, termasuk dengan menyediakan pelatihan informal dan wadah pendidikan nonformal. Kita membuat sistem pendidikan informal yang ada di dalam situ, untuk merespons mereka yang nanti punya ijazah yang akan dibawa cari kerja dan sebagainya, tambahnya.

Pelatihan Keterampilan Dasar untuk Masa Depan

Selanjutnya, Pemkot Makassar akan membuat pelatihan dengan berbagai keterampilan dasar yang dapat langsung digunakan untuk mencari penghasilan. Beberapa contoh pelatihan yang akan diberikan antara lain pembekalan motor, servis AC, dan keterampilan teknis lainnya.

Yang kita coba ada pelatihan-pelatihan yang langsung bisa mereka respons, pelatihan untuk cuci AC, pelatihan bengkel motor, dan sebagainya, imbuh Appi.

Program ini diharapkan dapat membantu para pemuda dan remaja di wilayah Tallo untuk memiliki keterampilan yang berguna dan meningkatkan kesempatan kerja mereka. Dengan begitu, mereka dapat terlibat dalam kegiatan positif dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan