Pemkot Serang dan Warga Pantau Pengiriman Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong

Pemkot Serang dan Warga Pantau Pengiriman Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong

Pengiriman Sampah Pertama dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong

Pengiriman sampah pertama dari Kota Tangerang Selatan menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, berlangsung dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Proses pemantauan dilakukan sejak armada meninggalkan rest area hingga memasuki titik pemeriksaan di wilayah Jakung, Kecamatan Taktakan, pada Senin malam.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian pengiriman berjalan sesuai dengan kesepakatan kerja sama antardaerah. Pemeriksaan difokuskan pada kelayakan armada, kelengkapan dokumen administrasi, serta kesesuaian muatan sampah yang diangkut.

Menurut Budi, kendaraan pengangkut yang digunakan pada pengiriman tahap awal telah memenuhi standar teknis yang disepakati bersama. Seluruh armada yang masuk ke wilayah Kota Serang dipastikan dalam kondisi baru serta menggunakan sistem tertutup untuk mencegah dampak lingkungan.

“Sejak awal kami lakukan pengecekan. Armada yang masuk ke Kota Serang sudah sesuai dengan perjanjian kerja sama,” ujar Budi, Kamis (1/1/2026).

Masih Ada Catatan Teknis pada Tahap Awal

Meski secara umum berjalan sesuai rencana, Budi mengakui masih terdapat beberapa catatan teknis yang perlu diperbaiki. Salah satunya berkaitan dengan kapasitas penampungan air lindi serta sistem alirannya yang dinilai masih membutuhkan penyempurnaan.

“Beberapa hal memang masih perlu dibenahi. Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan lebih optimal,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Pemerintah Kota Serang juga menaruh perhatian pada dampak lingkungan di sekitar TPAS Cilowong. Ketersediaan air bersih bagi warga menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas selama masa uji coba pengiriman sampah yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Dukungan Anggaran dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Kerja sama pengelolaan sampah antardaerah ini turut disertai dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp65 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur TPAS Cilowong, termasuk penguatan fasilitas pendukung operasional agar pengelolaan sampah berjalan lebih aman dan berkelanjutan.

Warga Taktakan Ikut Awasi Selama Masa Uji Coba

Perwakilan warga Kecamatan Taktakan, Anshori, menyampaikan bahwa masyarakat akan terlibat aktif dalam pengawasan selama masa uji coba berlangsung. Warga akan mencatat identitas pengemudi, nomor kendaraan, hingga memastikan armada tidak melanggar ketentuan teknis saat melintas di wilayah mereka.

“Kami sepakat uji coba dilakukan selama tujuh hari. Ini merupakan keputusan bersama seluruh wilayah Kecamatan Taktakan, bukan hanya warga Cilowong,” kata Anshori.

Ia menambahkan, setiap temuan di lapangan akan dievaluasi secara berkala oleh warga. Apabila ditemukan persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat atau lingkungan, langkah tindak lanjut akan dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

“Selama masa uji coba, warga akan terus mengawasi agar pengiriman sampah berjalan sesuai kesepakatan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan