
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjadikan proyek pembangunan saluran dan rumah pompa sebagai solusi pencegahan titik genangan di Kota Pahlawan
- Selama 2025, Pemkot Surabaya telah berhasil menyelesaikan puluhan titik genangan
- Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa infrastruktur pengendalian banjir masuk dalam daftar program prioritas Pemkot Surabaya pada 2025
nurulamin.pro, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjadikan proyek pembangunan saluran dan rumah pompa sebagai solusi pencegahan titik genangan di Kota Pahlawan.
Selama 2025, Pemkot Surabaya telah berhasil menyelesaikan puluhan titik genangan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa infrastruktur pengendalian banjir masuk dalam daftar program prioritas Pemkot Surabaya pada 2025.
"Dari anggaran kita untuk [pembangunan] sekian titik, maka banjirnya berkurang menjadi berapa titik."
"Kami berharap, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” kata Wali Kota Eri Cahyadi kepada nurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).
Selama 2025, Pemkot Surabaya membangun saluran drainase di 233 lokasi. Total, panjang saluran ini mencapai 56.365 meter (56,36 kilometer).
Sejumlah ruas yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Karah sisi barat (1.096 meter), Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 (883 meter), Jalan Raya Pagesangan (630 meter), Outlet Raya Sambikerep (850 meter), serta Siwalankerto Timur sisi timur (900 meter).
Tidak hanya itu, Pemkot juga menyelesaikan pembangunan saluran Diversi Taman Cahaya-Jalan Raya Pakal (425 meter), Saluran Jalan Gayungsari Barat X (1.102 meter), Lebak Permai III (528 meter), Tambak Wedi Jaya III (940 meter), serta Jalan Jemursari II (570,90 meter).
Menurut Wali Kota, pembangunan saluran tersebut berhasil mengantispasi sejumlah titik genangan.
"Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik genangan hingga 38 lokasi," katanya.
Saat ini, Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek-proyek drainase. Berlangsung di sejumlah kawasan, proyek tersebut juga sebagai pengendali banjir seperti kawasan Pakal yang puluhan tahun kerap terendam banjir kini dinilai lebih aman setelah sistem drainase dibenahi.
Eri Cahyadi menyampaikan percepatan tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2026.
Untuk tahun ini, Pemkot Surabaya akan memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Sukomanunggal.
Wali Kota Eri berharap dukungan dan kerja sama warga dalam pelaksanaan pembangunan saluran air baru.
"Saya mohon doa dan kerjasamanya warga Surabaya. Nanti di tahun depan (pembangunan saluran) kita lakukan lagi untuk per-kawasan,” kata Wali Kota dua periode ini.
DPRD mendukung percepatan penyelesaian tersebut. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Fathoni menegaskan pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Kota Surabaya ini memang belum selesai di tahun 2025 dan itu masih akan direncanakan hingga tahun 2026."
"Baik pengendalian banjir di kawasan permukiman melalui u-ditch yang akan dibangun tahun depan maupun saluran-saluran besar termasuk rumah-rumah pompa," jelas Fathoni.
Ia menilai kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan menjadi tantangan tersendiri. Aliran air dari daerah dataran tinggi seperti Malang dan Sungai Brantas bermuara ke Surabaya, ditambah potensi pasang air laut yang kerap diperingatkan BMKG.
Meski demikian, Fathoni mengapresiasi perbaikan kondisi di sejumlah kawasan yang sebelumnya rutin terdampak banjir. Menurutnya, program pengendalian banjir yang dijalankan Pemkot Surabaya menunjukkan hasil positif.
"Alhamdulillah di beberapa tempat yang dulu langganan banjir itu kemarin sudah tidak ada."
"Artinya, program pengendalian banjir yang dikebut selama ini sudah terbukti efektivitasnya meskipun belum 100 persen," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar