
Pengaturan Lalu Lintas di Kridosono untuk Mengatasi Kepadatan di Malioboro
Malioboro, salah satu ikon wisata utama Kota Yogyakarta, selama libur Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan. Hal ini menyebabkan kepadatan lalu lintas yang cukup mengganggu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan rekayasa lalu lintas khususnya di sekitar Jembatan Kewek yang mengarah ke kawasan Malioboro.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan karena jembatan Kewek tidak dapat dilewati kendaraan besar. Oleh karena itu, kendaraan besar akan diarahkan melalui jalur alternatif, yaitu Kridosono. Meski demikian, kepadatan lalu lintas di Kridosono juga diperkirakan meningkat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan di Kridosono. Salah satu langkah yang dilakukan adalah sistem buka tutup di simpang empat Gramedia. Dengan adanya sistem ini, petugas akan melakukan seleksi kendaraan secara ketat agar lalu lintas tetap lancar.
"Di Kridosono pasti akan melambat, sehingga potensial macet di Kridosono cukup tinggi. Sehingga kita akan menyeleksi, dalam situasi tertentu kita akan menyeleksi di perempatan depan Gramedia," kata Hasto saat ditemui di UGM, Jumat (12/12/2025).
Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di sekitar Jalan Solo. Jika kondisi lalu lintas sangat padat, kendaraan besar akan diarahkan ke ringroad utara. Kendaraan tersebut masih bisa masuk Kota Yogyakarta melalui Jalan Magelang ke arah selatan menuju Pingit, dan parkir di Tempat Khusus Parkir Ngabean.
"Kita juga akan pasang petugas di sana untuk saling berkomunikasi, seandainya kondisi memang overload, maka kendaraan-kendaraan besar, busnya bisa kita arahkan ke ringroad. Setelah sampai Jalan Magelang, baru dia bisa ke arah selatan sampai ke Pingit, parkir di Ngabean," tambahnya.
Alternatif Kantong Parkir di Sekitar Malioboro
Selain pengaturan lalu lintas, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan alternatif kantong parkir. Namun, Kridosono menjadi opsi terakhir jika kantor parkir yang tersedia tidak mencukupi. Hasto mengakui bahwa ketersediaan kantong parkir di sirip Malioboro sisi barat dan timur kurang memadai.
Otomatis sirip-sirip Malioboro akan menjadi kantong parkir sepeda motor, terlebih saat malam pergantian tahun. "Kita kan punya alternatif, kalau seandainya terpaksa, maka Kridosono bisa kita buka, kemudian bisa menjadi kantong parkir. Kita punya backup di Kridosono sama di Menara Kopi. Jadi kalau kendaraan dari arah Kridosono itu harapannya masuk ke kiri ke Menara Kopi. Bus kecil, kendaraan kecil bisa masuk ke Menara Kopi. Tapi kalau over betul, ya Kridosono kita rencanakan buka untuk parkir," ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan
Adapun beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta antara lain:
-
Sistem buka tutup di simpang empat Gramedia
Petugas akan melakukan seleksi kendaraan secara ketat agar lalu lintas tetap lancar. -
Penempatan petugas di sekitar Jalan Solo
Jika kondisi lalu lintas sangat padat, kendaraan besar akan diarahkan ke ringroad utara. -
Alternatif kantong parkir di Kridosono dan Menara Kopi
Kridosono menjadi opsi terakhir jika kantor parkir yang tersedia tidak mencukupi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kepadatan lalu lintas di kawasan Malioboro dapat teratasi dengan baik. Selain itu, pengunjung dan warga setempat akan lebih mudah mengakses kawasan wisata tersebut tanpa mengalami kemacetan yang berlarut-larut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar