Pemprov DKI Akui Kurang Perawatan, Tanggul di Enam Lokasi Alami Bocor

Pemprov DKI Akui Kurang Perawatan, Tanggul di Enam Lokasi Alami Bocor

Kebocoran pada Enam Titik Tanggul Pengaman Pantai di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui adanya kebocoran pada enam titik tanggul pengaman pantai di pesisir ibu kota, meskipun secara struktur bangunan masih berfungsi menahan air laut. Hal ini terjadi meski sebagian besar dari tanggul-tanggul tersebut dibangun sejak 2014 sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir rob sambil menunggu rampungnya proyek tanggul raksasa atau Giant Sea Wall.

Beberapa lokasi yang terkena dampak kebocoran antara lain Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, hingga Marunda Pulo. Meski secara struktur masih berfungsi menahan masuknya air laut, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengakui bahwa perawatan selama ini belum maksimal.

“Kalau ditanya fungsinya, secara struktur masih bekerja. Tapi kalau soal perawatan, memang masih perlu ditingkatkan,” ujar Ika, Selasa (9/12/2025).

Dalam beberapa hari terakhir, kebocoran tanggul di kawasan Muara Baru, tepatnya di area Nizam Zachman, menjadi sorotan publik. Adapun tanggul tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sejak kebocoran terjadi pada Kamis, 4 Desember, petugas Dinas SDA DKI melakukan penanganan darurat dengan menutup celah pada tanggul menggunakan karung pasir. Setelah tindakan awal, perbaikan berkelanjutan mulai dilakukan melalui proses grouting, yakni metode mengisi retakan beton dengan bahan khusus.

“Kami fokus terlebih dulu pada segmen hilir sepanjang 400 meter karena kawasan Nizam Zachman langsung berhadapan dengan laut dan lebih terdampak ombak,” kata Ika.

Proses perbaikan dilakukan dengan mengeruk area sedalam tiga meter, kemudian mengisi bagian tersebut menggunakan beton K500 yang dicor dan disuntik dari dalam struktur.

Pembangunan Tanggul Dilanjutkan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung tanggul pengaman Pantai Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025). Tinjauan dilakukan menyusul adanya bagian tanggul pengaman pantai yang mengalami kebocoran saat banjir pesisir (rob) melanda kawasan pesisir Jakarta beberapa hari lalu.

Pramono menegaskan pentingnya melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai yang membentang di sepanjang pesisir ibu kota. Tanggul tersebut merupakan bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, yang dirancang untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir Jakarta.

Secara keseluruhan, panjang tanggul yang harus dikerjakan mencapai 28,279 kilometer. Pemprov DKI Jakarta hingga kini baru berhasil menuntaskan 11,770 kilometer atau sekitar 41,7 persen. Artinya, masih tersisa 16,509 kilometer yang belum dibangun.

Proyek tanggul laut ini menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi banjir rob serta menjaga wilayah pesisir Jakarta Utara dari risiko abrasi dan peningkatan muka air laut.

Memasuki tahun 2026, Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk kembali melanjutkan pembangunan tanggul pengaman tersebut.

“Pekerjaan yang saya minta untuk dilanjutkan, yang pertama adalah segmen Asahimas panjang 1,2 kilometer, segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 kilometer, Tanggul Mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 km,” kata Pramono di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

Adapun secara rinci, klaster pembangunan tanggul pengaman pantai berada di delapan lokasi yakni Kamal Muara, Muara Angke, Pluit, Muara Baru-Pantai Timur, Sunda Kelapa, Ancol, Marunda, Tanjungan.

Di Kawasan Kamal Muara, pembangunan telah rampung dari total target sepanjang 0,765 kilometer. Di Muara Angke, dari target 5,265 kilometer, baru 1,802 kilometer yang berhasil dibangun, sehingga masih tersisa 3,463 kilometer. Sementara itu, di kawasan Pluit, pembangunan masih relatif rendah, yaitu dari total target 5,550 km, baru 0,390 km yang terbangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 5,160 km.

Sedangkan, di kawasan Muara Baru–Pantai Timur, tanggul telah sepenuhnya rampung sesuai target sepanjang 4,008 km. Lalu, di kawasan Sunda Kelapa, dari target 2,805 km, baru 1,200 kilometer yang terbangun dan masih tersisa 1,605 kilometer. Untuk kawasan Ancol, pembangunan hampir selesai. Dari total target 2,070 kilometer, telah terbangun 2,020 km, sehingga tersisa sekitar 0,050 km.

Kemudian, di kawasan Marunda, dari target sepanjang 4,556 km, baru 1,585 km yang berhasil dibangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 2,971 km. Lalu, di kawasan Tanjungan, hingga kini belum ada pembangunan tanggul pantai yang terealisasi dari total target 3,260 km.

“Harapan saya kalau dari 28 km itu 11 sekian sudah kita lakukan, masih kurang 16, sekian. Dan mudah-mudahan untuk tahun ini di 2026 yang paling utama adalah di Pantai Mutiara kurang lebih 430 meter sisi timur dan 100 sisi barat,” ungkap dia.

Orang nomor satu di Jakarta itu mengatakan, penanganan banjir rob menjadi salah satu prioritas kepemimpinannya di DKI Jakarta. Ia berharap potensi kenaikan permukaan air laut ke wilayah penduduk dapat diminimalkan.

“Saya memahami betul kesulitan yang dialami warga dan kami terus bekerja memastikan kondisi ini segera tertangani. Kami sudah langsung menjadikan hal ini prioritas,” kata Pramono.

Dia juga memastikan beberapa rembesan di tanggul yang mengakibatkan banjir rob di sejumlah titik, yaitu di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing–Marunda Pulo sudah ditangani dengan baik.

“Maka, kenapa di Muara Angke, yang tentunya kalau tidak ada antisipasi, itu pasti robnya jauh lebih tinggi. Kemarin memang rob yang terjadi karena supermoon dan dari 15 hari yang lalu kami sudah mempersiapkan (antisipasinya),” ungkap dia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan