Pemprov Jawa Timur usulkan Gunung Lawu sebagai Tahura, kaya keanekaragaman hayati

Pemprov Jawa Timur usulkan Gunung Lawu sebagai Tahura, kaya keanekaragaman hayati

Pengusulan Kawasan Hutan Gunung Lawu sebagai Taman Hutan Raya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajukan kawasan hutan Gunung Lawu, yang mencakup wilayah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi, untuk dijadikan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah ini dilakukan dalam upaya melindungi ekosistem alami serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang ada di kawasan tersebut.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, menjelaskan bahwa awalnya pengajuan yang diajukan sekitar 10.244 hektar. Namun setelah dilakukan kajian oleh tim terpadu dari Kementerian Kehutanan selama 10 hari di Kabupaten Magetan, rekomendasi diberikan untuk area seluas 7.341 hektar agar menjadi Tahura.

“Seluruh hutan lindung akan dinaikkan statusnya menjadi hutan konservasi,” ujar Dwijo, Jumat (26/12/2025).

Perubahan Status Kawasan Hutan

Upaya peningkatan status kawasan hutan dari produksi dan lindung tidak lepas dari pengamatan lapangan. Menurut Dwijo, dari tahun ke tahun sumber air maupun debit air di kawasan tersebut terus menurun. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah, karena aliran air dari Gunung Lawu bergabung ke Bengawan Solo dan bermuara di Kabupaten Gresik. Air tersebut dinikmati oleh beberapa daerah seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi.

“Ini menjadi keprihatinan dari pemerintah supaya keberlanjutan anak cucu kelak tetap tersedia air, dan kondisi lingkungan tetap baik. Di samping itu juga ada ancaman terhadap hidrometeorologi, serta perlu mengantisipasinya,” tambahnya.

Keanekaragaman Flora dan Fauna

Selain masalah air, Gunung Lawu juga memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi. Beberapa spesies langka dapat ditemukan di kawasan tersebut, seperti Macan Tutul, Lutung Jawa, Elang Jawa, Anggrek, dan Lumut.

“Tim yang turun sempat heran karena ternyata keanekaragaman hayati cukup tinggi, dan juga perlu diselamatkan untuk warisan anak cucu,” ujarnya.

Manfaat dan Tantangan

Dengan status Tahura, kawasan ini akan mendapatkan jaminan keberlanjutan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi.

“Ini menjadi tantangan bagaimana supaya bisa dilindungi, kami naikkan menjadi area konservasi,” tegas Dwijo.

Pengusulan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam yang ada di kawasan Gunung Lawu. Dengan status baru ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan