Pemprov Kalsel tingkatkan sinergi cegah radikalisme dan pendanaan terorisme


berita.CO.ID, BANJARBARU,
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan ancaman pendanaan terorisme. Kegiatan sosialisasi dan dialog strategis ini diadakan di Banjarbaru pada Jumat, yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) serta aparat penegak hukum.

Heriansyah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan dini serta memastikan tata kelola ormas yang transparan dan profesional. Ia menekankan, "Pencegahan ancaman radikalisme tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat keamanan atau instansi pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama ormas sebagai garda pembinaan di lingkungan masyarakat."

Peran Ormas dalam Mencegah Radikalisme

Heriansyah menekankan pentingnya peran strategis ormas dalam menjaga solidaritas sosial dan memperkuat persatuan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ormas bisa berisiko jika tidak dikelola dengan baik, karena berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan yang bertentangan dengan kepentingan nasional, termasuk aktivitas radikalisme dan pendanaan terorisme.

Ia mengimbau semua ormas di Kalsel untuk menjadi teladan nilai kebangsaan dengan menerapkan tata kelola yang terbuka dan akuntabel serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyalahgunaan organisasi. "Jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal atau kegiatan mencurigakan, segera melapor kepada pemerintah daerah atau aparat setempat," tegas Heriansyah.

Narasumber dari Berbagai Instansi

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari beberapa instansi terkait, seperti Kejaksaan Tinggi Kalsel dan Densus 88 AT Polda Kalsel. Mereka memberikan pemahaman hukum dan mekanisme pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan ormas. Hadir pula pihak dari Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalsel, Satgaswil Densus 88 AT Mabes Polri, serta pimpinan ormas dari berbagai daerah.

Upaya Kolaboratif dalam Menjaga Keamanan Nasional

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan ormas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Dengan adanya dialog dan sosialisasi, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa pencegahan radikalisme adalah tanggung jawab bersama.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi:

  • Pentingnya pengawasan terhadap kegiatan ormas agar tidak disalahgunakan
  • Penyuluhan tentang hukum terkait radikalisme dan terorisme
  • Sosialisasi cara melaporkan indikasi penyebaran paham radikal
  • Penguatan tata kelola ormas yang transparan dan akuntabel

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah Kalsel berupaya memastikan bahwa ormas tidak menjadi sarana bagi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan