Pemred Pos Kupang: Kisah Perjuangan Prof. Maxs Sanam Menginspirasi

Pemred Pos Kupang: Kisah Perjuangan Prof. Maxs Sanam Menginspirasi

Peluncuran Buku Sang Dirigen Undana Unggul

Buku otobiografi berjudul Sang Dirigen Undana Unggul yang mengisahkan perjalanan hidup Prof. Dr.drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc resmi diluncurkan dan dibedah dalam sebuah acara di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Jumat (12/12/2025). Acara ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan kisah inspiratif seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan dan masyarakat.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Rektor Undana Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Prof. Dr. Ir. Godlief Frederik Neonufa, Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, Komisaris Pos Kupang Eleonora Ira Ghodo, serta para undangan lainnya. Para peserta hadir untuk menyaksikan prosesi peluncuran buku yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi banyak pihak.

Nilai Universal dalam Kisah Prof. Maxs

Para penulis dan editor Pos Kupang yang terlibat dalam penyusunan buku memberikan testimoni yang menegaskan nilai universal dari kisah Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc. Tokoh ini tidak hanya menjadi objek kagum, tetapi juga teladan bagi siapa pun yang ingin meraih kesuksesan melalui usaha dan dedikasi.

Pemimpin Redaksi Pos Kupang sekaligus penyunting buku, Dion DB Putra, mengungkapkan bahwa proses pengerjaan buku ini mengajarkannya nilai objektivitas. Ia menjaga jarak sebagai penyunting agar dapat melihat perjalanan hidup Prof. Maxs secara utuh, mulai dari masa kecil, remaja, SMA, kehidupan perkuliahan hingga pengabdiannya sebagai dosen dan pemimpin di Undana.

Dion menjelaskan bahwa setiap fakta dan kisah disusun tanpa penambahan maupun pengurangan, sehingga menghasilkan narasi yang harmonis dan jujur. Proses menyunting buku ini juga memperkaya dirinya secara pribadi. Ia menyaksikan bagaimana Prof. Maxs melalui masa kecil penuh perjuangan, termasuk membantu orang tua dengan berjualan kue dan meninggalkan rumah pada usia muda demi pendidikan.

Perjalanan panjang itu, menurutnya, membentuk sosok akademisi yang tangguh, sederhana, dan berdedikasi pada kemajuan bangsa. Dion menegaskan bahwa buku Sang Dirigen Undana Unggul bukan sekadar biografi seorang rektor, tetapi kisah seorang manusia yang teguh memperjuangkan mimpi, bekerja keras, dan memberikan dirinya sepenuhnya melalui jalur akademik.

Diskusi yang Menarik dan Interaktif

Acara pembedahan buku ini menghadirkan tiga pembedah: Prof. Dr. Ir. Godlief Neonufa, Dr. Ahmad Atang, dan Dion D.B. Putra. Diskusi dipandu oleh jurnalis Pos Kupang, Maria Anggriani Eno Toda, yang membuat suasana panel menjadi hidup dan interaktif. Panel ini memberikan wadah bagi para peserta untuk saling bertukar pandangan tentang makna kisah Prof. Maxs dalam konteks pendidikan dan masyarakat.

Kesimpulan

Buku Sang Dirigen Undana Unggul menjadi bukti bahwa kisah nyata bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Melalui narasi yang jujur dan penuh makna, buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dengan mudah, tetapi dibangun melalui perjuangan dan ketekunan. Bagi siapa pun yang ingin belajar dari kisah seorang tokoh, buku ini layak menjadi bacaan wajib.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan