Pada dini hari Sabtu (3/1) sekitar pukul 00.45 WIB, seorang pemuda diduga berusaha menceburkan diri ke area rip current di laut Pantai Parangtritis, Bantul. Kejadian ini terjadi di kawasan yang sering menjadi tempat wisatawan berkunjung, namun juga memiliki risiko bahaya karena arus air yang kuat.
Muhammad Arif Nugraha, Koordinator Satlinmas SAR Parangtritis, mengungkapkan bahwa pemuda tersebut tampak memberontak dan berlari menuju area rip current. Menurutnya, pemuda tersebut dalam pengaruh alkohol sehingga sulit dikendalikan oleh petugas.
“Orang tersebut dalam pengaruh minuman beralkohol, karena susah dikendalikan dan terus mencoba berontak serta terus lari ke arah rip current,” ujar Arif saat dikonfirmasi oleh Pandangan Jogja.
Upaya penyelamatan dilakukan oleh Tim SAR dan beberapa teman dari pemuda tersebut. Mereka berusaha menghentikan pemuda itu sebelum terbawa arus air yang kuat. Meski sempat memperlihatkan perlawanan, akhirnya pemuda tersebut berhasil dievakuasi.
Hingga saat ini, identitas dan asal pemuda tersebut masih belum diketahui. Setelah dievakuasi, pemuda tersebut dibawa pulang oleh empat rekannya menggunakan sepeda motor.
“Beberapa waktu setelah evakuasi, teman-temannya berhasil membawa orang tersebut pulang menggunakan sepeda motor,” jelas Arif.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan bahaya rip current bagi para pengunjung pantai. Rip current adalah arus air yang dapat menggerakkan orang dengan kecepatan tinggi, bahkan bisa menyeret korban ke tengah laut jika tidak diwaspadai.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh pengunjung antara lain: * Memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti gelombang air yang tenang atau garis gelombang yang terputus. * Menghindari berenang di daerah yang tidak aman atau tidak diperbolehkan. * Mengikuti petunjuk dari petugas atau informasi yang disampaikan oleh pihak pengelola pantai. * Jika melihat seseorang dalam bahaya, segera laporkan kepada petugas darurat atau anggota tim SAR.
Selain itu, penting untuk selalu menjaga kesadaran akan kondisi tubuh saat berada di dekat laut. Konsumsi alkohol dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari minum alkohol sebelum atau selama berada di pantai.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan menghormati aturan serta informasi yang diberikan oleh pihak berwenang. Dengan demikian, risiko kecelakaan di pantai dapat diminimalisir dan keselamatan pengunjung dapat terjaga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar