Pemuda Garut Viralkan Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Ancam

Pemuda Garut Viralkan Jalan Rusak, Dedi Mulyadi: Jangan Ancam

Peristiwa Intimidasi yang Memicu Keprihatinan Publik

Seorang warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bernama Holis Muhlisin (31 tahun) menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dirinya mendapat tekanan dari keluarga kepala desa beredar luas di media sosial. Peristiwa ini terjadi setelah Holis kerap membagikan kondisi infrastruktur jalan rusak di wilayah tempat tinggalnya.

Holis tinggal di Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Video dugaan intimidasi tersebut diunggah langsung melalui akun Facebook pribadinya dan viral dengan jumlah penayangan yang menembus lebih dari satu juta kali. Dalam tayangan video itu, Holis tampak menerima perlakuan tidak menyenangkan berupa makian dari sejumlah anggota keluarga kepala desa. Bahkan, terdengar beberapa ucapan bernada penghinaan yang diarahkan kepadanya.

Holis mengatakan bahwa dirinya tidak hanya mendapatkan intimidasi, namun juga dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Ia menjelaskan bahwa hingga kini laporan yang disampaikannya belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Bahkan, ia mengaku belum pernah dipanggil maupun dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Kehidupan Sehari-hari Holis

Holis mengaku kesehariannya merupakan seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. Dalam aktivitasnya tersebut, ia kerap melintasi berbagai ruas jalan yang kondisinya rusak, berlubang, dan sulit dilalui. Ia menuturkan, kondisi jalan yang memprihatinkan itu tidak jarang menyulitkan dirinya saat berdagang, bahkan berisiko merusak kendaraan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ia kemudian sering mengunggah keprihatinannya terhadap kondisi jalan melalui media sosial, dengan harapan keluhan itu dapat menjadi perhatian pihak terkait termasuk pemerintah desa agar segera dilakukan perbaikan. "Tidak hanya untuk saya sendiri, tapi demi kemajuan desa demi masyarakat desa," ungkapnya.

Respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga telah merespons video viral tersebut. Dedi mengingatkan pemerintah setingkat desa hingga rukun warga agar tidak pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang melakukan kritik pembangunan yang belum berkeadilan. "Jangan pernah melakukan intimidasi (atau) pengancaman, dalam dunia yang sudah serba terbuka," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya.

Selanjutnya, kata Dedi, semua harus berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan karena saat ini sudah bukan zamannya mencaci maki orang yang mengkritik kinerja pemerintah. Ia berharap peristiwa di Kecamatan Cisewu tidak kembali terjadi di kemudian hari. Ia memerintahkan pemerintah di Cisewu dan Bupati Garut agar melakukan rekonsiliasi dan perbaikan pembangunan. "Jangan membiarkan ada tindakan intimidatif terhadap terhadap kritik," tandasnya.

Tantangan yang Dihadapi Warga

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya suara warga dalam menyampaikan keluhan mereka terhadap kondisi infrastruktur yang buruk. Namun, hal ini juga membuka pertanyaan tentang bagaimana sistem pemerintahan di tingkat desa menangani kritik yang datang dari masyarakat. Apakah para pejabat akan menerima kritik dengan lapang dada atau justru memilih cara yang tidak sesuai dengan aturan?

Dalam konteks ini, Holis menjadi contoh nyata dari warga yang berani menyampaikan pendapatnya meskipun risikonya bisa sangat besar. Dengan adanya respons dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.

Langkah Ke depan

Kasus ini menunjukkan bahwa masalah infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan saling mendukung dan berkomunikasi secara terbuka, diharapkan bisa tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan progresif. Semoga kasus seperti ini tidak lagi terjadi dan semua pihak bisa bekerja sama untuk memperbaiki kondisi yang ada.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan