Pemuda Katolik Papua Barat Minta Polisi Tangkap Pejabat Terlibat Asusila di Raja Ampat

Pemuda Katolik Papua Barat Minta Polisi Tangkap Pejabat Terlibat Asusila di Raja Ampat

Kasus Kekerasan Seksual yang Mengguncang Raja Ampat

Wakil Sekretaris Pemuda Katolik Komda Provinsi Papua Barat Daya, Nicodemus Momo, menyampaikan bahwa dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang oknum pejabat eselon II di Kabupaten Raja Ampat telah mengguncang moralitas dan integritas kemanusiaan. Tindakan yang diduga dilakukan oleh ayah kandung korban tersebut dinilai sangat berat karena merampas hak asasi dan masa depan putrinya sendiri melalui manipulasi seksual.

Perbuatan tersebut bukan hanya sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi juga merupakan tindakan yang melanggar etika dan nilai-nilai moral yang tinggi. Pelaku tidak hanya mengkhianati peran sakralnya sebagai seorang ayah, tetapi juga menciderai tanggung jawabnya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

Jabatan dan kekuasaan seharusnya digunakan untuk melayani, bukan menjadi alat intimidasi, ujarnya. Ia menegaskan bahwa Pemuda Katolik Komda Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk memantau dan mengawal kasus ini hingga oknum pejabat tersebut ditangkap dan diadili sesuai dengan perbuatannya.

Tuntutan Pemuda Katolik

Pemuda Katolik Komda Provinsi Papua Barat Daya memberikan beberapa tuntutan terhadap otoritas terkait:

  • Kepada Bupati Raja Ampat: Segera ambil tindakan administratif dan etik yang tegas terhadap oknum pejabat publik tersebut tanpa kompromi.
  • Kepada Kapolres Raja Ampat: Kami mendesak agar segera menangkap pelaku dan memproses hukum secara adil sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Video Live Viral yang Menghebohkan

Sebelumnya, siaran langsung akun Facebook Valen Watem viral di media sosial. Video berdurasi tiga menit 33 detik itu menampilkan seorang perempuan sedang menangis sambil berbicara dengan suara bergetar. Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya terbangun dari tidur karena terduga pelaku, yang juga ayah kandungnya, diduga ingin memaksanya untuk berhubungan intim secara paksa.

Korban segera mengambil ponselnya dan merekam kejadian tersebut sebagai barang bukti. Dalam video tersebut, ia menyebutkan bahwa hal ini bukanlah kejadian pertama, melainkan terjadi sejak lama hingga ibunya meninggal. Korban juga menyebut bahwa terduga pelaku sering kali mabuk dan memaksanya menuruti keinginannya.

Beberapa kali, korban berusaha menunjukkan wajah terduga pelaku agar bisa masuk dalam siaran langsung, tetapi dia bersembunyi di balik kain gorden bahkan sampai lari ke luar pintu belakang. Dalam video itu, korban juga menyebut bahwa terduga pelaku adalah seorang pejabat eselon II di Pemkab Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Korban pun meminta pertolongan kepada Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam supaya melihat kasus yang ia alami. Demi Tuhan, saya tidak tipu& ini siaran langsung, semua bisa lihat, kata korban. Siaran langsung ini dibuat pada Kamis (11/12/2025) sekira pukul 05.00 WIT pagi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan