Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Arung Jeram Aceh Tengah Kembali Beroperasi

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Arung Jeram Aceh Tengah Kembali Beroperasi

Kebangkitan Sektor Wisata di Aceh Tengah Meski Masih dalam Duka

Aktivitas arung jeram di Kabupaten Aceh Tengah diminta tetap berjalan meskipun daerah tersebut masih dalam suasana duka pasca bencana hidrometeorologi. Kebangkitan sektor wisata dinilai penting agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar.

“Tak boleh terus dalam duka,” tegas Sekretaris Koperasi Jasa Syariah Wisata Alam Gayo (Kopwis Alga), Kusriadi, saat memimpin apel perdana karyawan koperasi tersebut, Jumat (26/12/2025). Ia menekankan bahwa akses masuk ke Aceh Tengah mulai berangsur normal, baik melalui jalur Takengon-Bireuen maupun Takengon-Aceh Utara via KKA. Kondisi ini menjadi momentum untuk kembali menggerakkan sektor pariwisata, khususnya arung jeram yang menjadi unit utama Kopwis Alga.

135 Karyawan Terdampak Bencana

Menurut dia, selama hampir satu bulan terakhir, sebanyak 135 karyawan Kopwis Alga terdampak langsung maupun tidak langsung akibat bencana yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jika unit utama tidak kembali beroperasi, maka penghasilan karyawan akan ikut terhenti.

“Koperasi ini hidup dari operasional unit arung jeram. Kalau tidak bergerak, maka pemasukan karyawan yang sudah bekerja delapan tahun lebih akan terdampak,” ujar pria yang akrab disapa Uchie itu. Ia menekankan, pemerintah perlu terus didukung dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Namun, di sisi lain, koperasi juga harus bersiap dan berbenah agar gairah wisata ke Tanah Gayo kembali tumbuh.

Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19, kata Uchie, menjadi pelajaran penting bahwa setiap bencana selalu menyisakan jalan untuk bangkit. “Kita pernah menghadapi wabah berskala global. Kita jatuh bangun saat pandemi, tapi tetap bergerak. Sekarang, setelah sebulan bencana, saatnya bersiap menyambut tamu kembali,” katanya.

Seluruh Unit Arung Jeram Tetap Beroperasi

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keprihatinan utama tetap harus diberikan kepada warga yang terdampak langsung. Di lingkungan Kopwis Alga sendiri, terdapat dua anggota koperasi yang rumahnya rusak dan terpaksa mengungsi. “Kita juga bagian dari korban. Tapi ada yang lebih berat ujiannya, kehilangan rumah bahkan keluarga,” ujarnya.

Karena itu, seluruh unit arung jeram Kopwis Alga, seperti Lukup Badak, Arung Jeram Pegasing, Temas River Park, hingga Arung Jeram Takengon di Tan Saril, dipastikan tetap beroperasi. “Ada yang harus menghidupi keluarga, memberi makan anak, istri, dan orang tua. Kita harus siap dan terus berdoa agar bencana ini segera berakhir, serta warga yang masih terisolasi cepat tertangani,” tutur Uchie.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi harus diupayakan bersama. “Kalau roda ingin terus berputar, harus ada yang menggerakkannya. Tidak mungkin kita hanya menengadah menunggu bantuan. Kita harus terus berusaha,” katanya.

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pemulihan

Pemulihan pasca bencana memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Kepedulian terhadap korban bencana harus tetap menjadi prioritas utama. Namun, di sisi lain, pemulihan ekonomi juga tidak bisa ditunda. Sejumlah langkah strategis perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sektor-sektor vital seperti pariwisata tetap berjalan.

  • Pemerintah perlu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
  • Pelaku usaha, seperti Kopwis Alga, harus tetap optimis dan berinovasi dalam menjalankan bisnis.
  • Masyarakat harus saling mendukung dan membantu sesama yang terdampak bencana.
  • Ketersediaan akses transportasi dan infrastruktur harus segera diperbaiki agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan lancar.

Dengan kerja sama yang baik, Aceh Tengah dapat segera pulih dan kembali menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para pengunjung.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan