
Upaya Pemulihan Jaringan Jalan Nasional di Aceh
Pemulihan jaringan jalan nasional di Aceh yang terputus akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November lalu, mulai menunjukkan hasil. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Menurutnya, tim PU telah bekerja di lapangan sejak hari pertama untuk membuka kembali akses yang terputus.
"Penanganan darurat kami lakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan fokus utama memulihkan konektivitas guna memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.
Pemulihan Secara Berlapis
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU melakukan pemulihan secara berlapis, mulai dari pemasangan jembatan sementara hingga penanganan badan jalan yang tergerus. Sejumlah ruas kini berstatus fungsional meski membutuhkan penanganan lanjutan.
Ruas Meureudu–batas Pidie Jaya/Bireuen
Ruas ini terus dipulihkan melalui penimbunan oprit dan ditargetkan sudah fungsional pada 12 Desember 2025.
Ruas Kota Bireuen–batas Bireuen/Aceh Utara
Pemasangan jembatan bailey hampir rampung dan ditargetkan selesai 14 Desember 2025.
Wilayah Tengah Aceh
Wilayah tengah Aceh menjadi titik paling kompleks karena padatnya kerusakan jembatan. Pemulihan ruas Kota Bireuen–batas Bener Meriah mencatat progres positif termasuk pemasangan bailey di Jembatan Teupin Mane yang ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025.
Enam jembatan menuju Aceh Tengah akan dipulihkan bertahap hingga akhir Desember 2025.
Pemulihan di Wilayah Selatan Aceh
Di wilayah selatan Aceh, pemulihan juga berlangsung. Pada ruas Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, penanganan titik amblas ditargetkan rampung 28 Desember 2025.
Sementara itu, ruas batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane disebut sudah mengalami peningkatan signifikan dengan bailey terpasang dan penanganan longsor di tiga titik.
Material konstruksi seperti bronjong, armco, hingga geotekstil sudah berada di lokasi dan dipasang bertahap.
Jalur Kembali Berfungsi
Beberapa jalur strategis kembali berfungsi meskipun masih membutuhkan intervensi lanjutan, terutama pada titik longsor besar dan jembatan putus.
Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram serta Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Sp Uning
Jalur ini sudah mulai bisa dilalui meski memerlukan perbaikan lebih lanjut.
Ruas Banda Aceh–Meureudu
Jalur ini kembali terhubung, dan koridor Lhokseumawe–Langsa hingga Langsa–Kuala Simpang sudah dapat dilalui pasca pembersihan sedimen.
Akses Kota Kuala Simpang–batas Sumatera Utara
Akses ini kembali fungsional untuk seluruh kendaraan.
Pemulihan di Lintas Tengah Aceh
Di lintas tengah Aceh, pemulihan dilakukan hati-hati akibat putusnya 13 jembatan. Saat ini, proses sedang dipercepat melalui pemasangan bailey serta perbaikan badan jalan yang tergerus arus sungai.
Target dan Dukungan
Kementerian PU memastikan seluruh upaya ini terus dikejar agar konektivitas nasional di Aceh dapat pulih sesuai target waktu. Dengan dukungan pemda dan instansi terkait, aktivitas warga diharapkan dapat kembali bergerak normal dan pemulihan wilayah pascabencana berlangsung lebih cepat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar