Pemulihan Trauma Siswa SDN Kalibaru 01 Pasca Kecelakaan MGB

Pemulihan Trauma Siswa SDN Kalibaru 01 Pasca Kecelakaan MGB

Pemulihan Siswa Korban Kecelakaan di SDN Kalibaru 01 Harus Dilakukan Secara Komprehensif

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, menyoroti pentingnya perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pemulihan siswa yang menjadi korban kecelakaan mobil MGB di SDN Kalibaru 01, Clincing, Jakarta Utara. Ia menekankan bahwa pemulihan tidak hanya terbatas pada kondisi fisik para korban, tetapi juga meliputi trauma psikologis yang muncul akibat kejadian tersebut.

"Harapan kami Pemprov DKI memberikan perhatian penuh. Pasca-kejadian, ketika para siswa sudah pulih secara fisik, harus ada pendampingan khusus, bekerja sama dengan pihak terkait untuk trauma healing," ujar Jhonny.

Pasca-kejadian, Jhonny bersama perwakilan Komisi E dan DPRD DKI Jakarta langsung melakukan peninjauan ke rumah sakit tempat korban mendapatkan perawatan. Dari hasil peninjauan tersebut, ia melihat langsung siswa yang mengalami luka ringan maupun berat. Ia menyebutkan bahwa bahkan siswa dengan luka lecet saja tampak bingung dan kosong.

"Di RS Cilincing saja, yang hanya mengalami lecet-lecet terlihat bingung dan kosong. Apalagi yang lukanya lebih berat. Jadi pendampingan psikologis itu wajib. Dan seluruh pembiayaan harus ditanggung Pemprov DKI Jakarta," tambahnya.

Jhonny menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kawasan sekolah harus diperhatikan betul kehati-hatian. Pengemudi harus ekstra hati-hati. Rambu-rambu di sekolah harus diberi kewenangan khusus karena banyak kejadian serupa, mobil atau motor masih ngebut di depan sekolah. Kawasan sekolah itu seharusnya area yang benar-benar dijaga kehati-hatiannya.

Penanganan Medis oleh Badan Gizi Nasional

Dalam keterangan resminya, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh korban insiden tabrakan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan penanganan medis terbaik. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa:

"Alhamdulillah semua korban telah mendapatkan perawatan terbaik, yang dirawat di RS Koja maupun di RS Cilincing akan ditempatkan di ruangan perawatan terbaik. Kepada pihak orang tua telah dilakukan pendekatan secara baik dengan empati."

Dari sisi penanganan perkara, lanjut Sony, sepenuhnya berada di bawah kewenangan Ditlantas Polda Metro Jaya. BGN pun siap mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Tindakan Sekolah Pasca-Kecelakaan

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar lantaran sebagian siswa masih mengalami trauma. Sony menjelaskan bahwa:

"Pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua siswa dan hari ini, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena para siswa masih trauma."

Sebagai langkah pemulihan, BGN juga akan melaksanakan trauma healing bagi para siswa yang terdampak secara psikologis akibat kejadian tersebut. Hal ini bertujuan untuk membantu para siswa mengatasi trauma yang mereka alami.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan