Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di IKN Nusantara
Di bawah terik matahari yang semakin menghangat menjelang akhir tahun 2025, ribuan pasang mata tetap memadati Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Mereka datang tidak hanya untuk menyaksikan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Pada hari Rabu (31/12/2025), kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melihat langsung progres pembangunan IKN. Namun, kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, membuat momen tersebut menjadi lebih istimewa. Di tengah peninjauan progres pembangunan, ia menunjukkan sisi humanisnya dengan turun langsung menyapa warga dan mengubah suasana formal menjadi momen kebersamaan yang hangat.
Widia, salah satu pengunjung asal Samarinda, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia setelah bertemu langsung dengan Wapres. Baginya, melihat IKN sudah cukup membanggakan, apalagi bisa berinteraksi langsung dengan pemimpin negara.
"Benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Pak Wapres di sini. Rasanya bangga sekali melihat pembangunan IKN yang ternyata sudah sangat luar biasa," ujarnya dengan nada haru.

Momen langka itu pun segera menjadi ajang "panen" swafoto. Bagi warga, ini bukan sekadar foto bersama pejabat, melainkan simbol bahwa IKN Nusantara adalah proyek inklusif yang melibatkan rakyat di dalamnya. Kehadiran Gibran di ruang publik IKN memberikan suntikan energi positif dan optimisme baru.
Mahmud, salah satu pengunjung, menilai langkah Wapres turun langsung ke lapangan adalah pesan kuat bahwa IKN dibangun untuk semua golongan. "Kalau pemimpin negara turun langsung begini, kami merasa dilibatkan. IKN bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh rakyat Indonesia," tutur Mahmud dengan penuh keyakinan.
Sentuhan ramah Gibran juga menyentuh para pekerja konstruksi yang menjadi pahlawan di balik beton dan baja. Mereka menyambut dialog singkat sang Wapres dengan antusiasme tinggi.

Simbol Keberlanjutan dan Harapan
Bagi Wandi, warga lainnya, kehadiran sosok Gibran di titik nol pada hari terakhir tahun 2025 adalah jawaban atas keraguan publik mengenai nasib ibu kota baru. Ia berharap IKN tumbuh menjadi pusat pemerintahan yang tidak hanya modern, tetapi juga berpihak pada masyarakat kecil.
"Mudah-mudahan ini gambaran bahwa IKN terus berlanjut. Kami ingin kota ini menjadi pusat pemerintahan yang humanis," harapnya.
Kunjungan ini ditutup dengan satu rasa yang sama, yaitu optimisme. Di saat matahari 2025 mulai terbenam, masyarakat pulang dengan keyakinan bahwa IKN Nusantara di Kalimantan Timur sedang melaju menuju sebuah kebanggaan nasional yang lahir dari semangat kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar